
Lamongan, Pojok Kiri.com-Aksi keji seorang ayah berinisial SMPN yang tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri di Desa Talun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, akhirnya terungkap motifnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian, tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut karena didera rasa sakit hati dan kekecewaan mendalam.
KBO Satreskrim Polres Lamongan, Iptu M.Yusuf Efendi, disamping Kanit PPA Satreskrim Polres Lamongan Ipda W.E Afandi menjelaskan bahwa tersangka merasa perjuangannya dalam mendidik dan membesarkan korban selama ini tidak mendapatkan balasan atau timbal balik yang sesuai

.
“Motif pembunuhan ini adalah sakit hati dan kecewa. Pelaku merasa didikan yang diberikan dari awal tidak ada timbal baliknya,” ujar Iptu Yusuf Efendi disamping Ipda W.E Afandi saat memberikan keterangannya kepada Wartawan Pojok Kiri Mapolres Lamongan, Senin (26/1/2026) pagi.
Selain faktor kekecewaan pribadi, terungkap fakta mengejutkan bahwa keberadaan korban dianggap sebagai pemicu keretakan rumah tangga tersangka. Pelaku menuding korban sebagai penyebab utama dirinya bercerai dengan sang istri.
“Bahkan, gara-gara korban ini, pelaku dan istrinya sampai bercerai,” tambah Iptu Yusuf didampingi Kanit PPA Ipda W.E. Afandi.
Peristiwa tragis yang menimpa korban, yang diketahui berprofesi sebagai seorang guru, kini telah ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Lamongan. Pihak kepolisian juga tengah mendalami pasal-pasal yang akan disangkakan kepada pelaku.
Saat ini, tersangka SMPN telah diamankan di sel tahanan Polres Lamongan.
Atas perbuatannya, ia terancam jeratan hukum berat terkait tindak pidana pembunuhan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan kematian.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: WWW.POJOK KIRI.COM DAN KORAN PAGI POJOK KIRI

