
Lamongan, Pojok Kiri.com-Selasa (27/5/2025) dini hari, seorang nelayan pencari ikan dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas mencari ikan di wilayah perairan Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Setelah dikonfirmasi, Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid membenarkan kejadian adanya seorang nelayan asal Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong yang hilang saat melakukan aktivitas mencari ikan.
“Dari keterangan saksi yang didapat, nelayan atas nama Risky, tersebut berangkat bersama 1 orang ABK bernama Subronto untuk melakukan aktivitas mencari ikan diwilayah perairan Brondong,” jelasnya.
Saat melakukan aktivitas mencari ikan, terjadi terjadi laka laut di posisi 1 mil dari pintu masuk pelabuhan Brondong, ABK perahu tanpa nama yang bernama Rizki terjatuh ke laut.
“Setelah ±30 menit saksi atas nama Subronto (42) ABK lain langsung menginformasikan ke Khoirul (Ketua Rukun Nelayan) Desa Brengkok via telpon seluler kemudian diteruskan ke Kantor Satpolairud Polres Lamongan,” terangnya.
Menerima laporan tersebut, Kasat Polairud Polres Lamongan memerintahkan personel Polairud untuk melakukan penyisiran di titik lokasi kejadian.
“Adapun koordinat lokasi korban tenggelam berada di titik -8.082564,114.4334051,16.
Pencarian difokuskan pada tempat pertama korban hilang,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan dari Ketua Rukun Nelayan Desa Brondong, lanjut, Ipda Hamzaid, Kasat Polairud memimpin apel kesiapan pada hari Selasa pukul 07.00 WIB dengan membagi lokasi pencarian.
Meskipun telah dilakukan pencarian dengan maksimal, pihaknya belum menemukan korban pada titik koordinat yang diberikan.
Pihak Satpolairud berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik dalam pencarian ini dan berharap bisa segera menemukan korban yang masih hilang.
Dari kejadian tersebut, Ipda Hamzaid menyampaikan pesan kepada masyarakat pesisir khususnya nelayan untuk selalu berhati-hati terhadap potensi cuaca extrem yang datang secara tiba-tiba dan segera melaporkan kepada pihak keamanan terdekat apabila menemukan korban.
“Tujuannya tak lain untuk mencari korban yang tenggelam dan menciptakan situasi kamtibmas yang nyaman dan ketertiban di wilayah perairan,”pungkasnya.(lut)

