Pojokkiri.com

Seluruh Komunitas Eco Enzyme Berkolaborasi Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Surabaya. Ajak Warga Kurangi Sampah Organik

Seluruh Komunitas Eco Enzyme Berkolaborasi Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Surabaya. Ajak Warga Kurangi Sampah Organik

Surabaya Pojokkiri – Upaya melestarikan bumi komunitas Eco Enzyme dari Yayasan Upakara Bioenzim Nusantara (Ketua Bapak Sugeng) Eco Enzyme Nusantara Surabaya Eco Enzyme Nusantara Jatim Lions Club Surabaya Sejahtera Relawan Eco Enzyme Aisyiyah EE Bandung Tzu Chi Indonesia Universitas Adi Buana, ITS, Puspakopi Unitomo UK Petra Surabaya, Laodatosi, Eco Enzyme Kasuari Jaya Grand Inna dan Mercury FM.

Diketahui kegiatan itu digelar pada Sabtu, (13/9/2025), secara serentak seluruh komunitas melakukan penyemprotan, serta penuangan ke sungai, hingga puncak acara di Taman Prestasi.

Berbagai pihak hadir memberikan dukungan mulai dari ketua Drs Dedik Irianto (DLH Surabaya) Kecamatan Semampir Gubeng, Genteng, Lembaga Sosial, Serta Lions Club Surabaya Sejahtera dan ST Monika Kristus Rajaserta SLB Harapan Bunda.

Ketua Eco Enzyme Nusantara Surabaya, Christiany Tanzil, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata kepada masyarakat untuk ikut mengolah sampah organik rumah tangga menjadi Eco Enzim, cairan ramah lingkungan yang terbukti memiliki banyak manfaat.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan penyemprotan Eco Enzim di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Jalan Pegirian No.258, Surabaya. Pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan penuangan Eco Enzim ke Sungai Kalimas di kawasan Jalan Sulawesi. Aksi kemudian berpuncak pukul 10.30 WIB di Taman Prestasi, Jalan Ketabang Kali 6, Surabaya.

Berbagai pihak hadir memberikan dukungan, mulai dari DLH Surabaya, kecamatan, komunitas lingkungan, lembaga sosial, media, hingga dunia usaha. Dukungan luas tersebut menjadi tanda bahwa kepedulian terhadap bumi kini semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Eco Enzim adalah cairan alami hasil fermentasi dari sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Manfaatnya tidak hanya mengurangi timbunan sampah organik, tetapi juga meningkatkan kualitas udara, tanah, dan air, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

Produk ini bahkan bisa menggantikan bahan kimia rumah tangga. Eco Enzim dapat digunakan sebagai pembersih alami, perawatan tanaman, hingga solusi untuk mengatasi pencemaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga bumi, tetapi juga bisa berhemat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ajakan terbuka kepada warga, panitia menyampaikan pesan penuh makna: “Mari bersama-sama ikut andil merawat Bumi tempat tinggal kita.” katanya.

Christiany Tanzil menambahkan, “Tujuannya sebaiknya tuh kita pecinta lingkungan itu ingin melestarikan bumi kita karena melihat sangat prihatin dengan sampah-sampah yang menumpuk, jadi kita memang mulai mencanangkan di kelurahan dan kecamatan kita terus, di mana pun yang mau itu kami selalu siap hadir.”

Ia juga mencontohkan dampak nyata dari penggunaan Eco Enzim. Setelah penyemprotan dilakukan di RPH, bau menyengat yang biasanya muncul langsung hilang. Menurutnya, manfaat besar ini perlu diperluas agar masyarakat terdorong memproduksi Eco Enzim secara mandiri di rumah.

Tidak hanya aksi penyemprotan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kepada warga mengenai pengolahan sampah organik. Christiany menekankan, “Maka dari itu kami sangat prihatin, sampah-sampah yang organik kita sudah mengadakan penyuluhan karena bisa difungsikan berjuta manfaat.”

Gerakan ini bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga mencerminkan nilai luhur Pancasila melalui semangat gotong royong. Kehangatan yang tercipta di Kalimas dan Taman Prestasi menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas komunitas, pemerintah, dan masyarakat mampu membawa perubahan positif.

Harapannya, gerakan ini tidak berhenti di satu lokasi saja. Surabaya berpotensi besar menjadi role model kota hijau bagi daerah lain di Indonesia. Dengan inovasi, edukasi, dan kolaborasi berkelanjutan, cita-cita mewujudkan lingkungan sehat dan lestari untuk generasi mendatang bisa tercapai (sul).

Berita Terkait

Hijaukan Surabaya dari Pasar Atom dan Eco Enzim Nusantara Surabaya: 50 Tong Biopori dan Tanaman Krokot