
Situbondo, Pojok Kiri
Seorang pelajar SMK di Situbondo jadi korban pengeroyokan komunitas anak punk. Akibat peristiwa naas itu MA yang masih duduk di bangku kelas XII itu mengalami memar luka di bagian tubuhnya serta nyeri di bagian kepala belakang dan kerongkongannya.
” Terjadi di pinggir Jl. Hasanuddin atau Taman Bunga di sebelah timur Alun-alun Situbondo. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (13/12) sekitar pukul 23.30 Wib, berawal saya sedang mengendarai sepeda motor hendak ke rumah teman saya RD yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian. Kemudian TM (terlapor) dan GR (terlapor) komunitas anak punk sengaja menendang genangan air yang berada di jalan dan mengenai badan saya, ketika saya hendak masuk ke jalan gang rumah teman saya RD, mereka TM menghampiri saya dan menarik lengan baju hingga robek dengan tujuan agar saya turun dari sepeda motor, setelah saya turun tiba-tiba TM memukul wajah saya dengan tangan kosong, kemudian GR juga datang bersama 2 orang temannya juga memukul saya berkali-kali, ” ujarnya.
Selain itu, MA juga mengaku jika dirinya dicekik oleh GR dan untung saja berhasil menyelematkan diri .
” GR sempat mencekik leher saya, akhirnya saya berusaha menyelematkan diri ke rumah RD , “terangnya.
Tak hanya itu saja, MA juga menceritakan para pelaku pengeroyokan tersebut sempat membawa kabur sepeda motor miliknya dan merusaknya.
” Mereka sempat membawa kabur sepeda motor milik saya dan merusaknya. Bagian tuas rem sebelah kanan patah, lampu depan pecah, “terangnya.
Dengan kejadian itu, akhirnya MA bersama keluarganya melaporkan peristiwa dugaan pengeroyokan itu ke Mapolres Situbondo.
Para terlapor diantaranya, TM, GR yang disebut-sebut kelompok komunitas anak punk dan 2 orang lainnya.
Berdasarkan pantauan Pojok Kiri kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan dengan laporan polisi nomor : LP/B/268/XII/2024/SPKT/Polres Situbondo/Polda Jatim saat ini dalam penanganan Polres Situbondo.
MA sebagai pelapor berharap laporannya itu ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian setempat. (Inul)

