Pojokkiri.com

Tukang Parkir pun Korupsi……

Oleh: Robai Hamid Putu Salam

Ada Wamen tertangkap korupsi, berita biasa. Menteri korupsi aja biasa kok. Presiden gak salah dibikin salah aja biasa. Yang salah malah gaya dan bunga bunga juga biasa. Inilah potret negeri yang luar biasa.
Kok bisa ya. Suatu hari saya bawa rombongan tiga bus. Sampai di tujuan, bus diparkir rapi. Jejer jejer sesuai arahan guide dan petugas parkir. Dalam perjanjian, saya harus bayar ke pemandu sesuai yang diminta. Dia bilang ol in. Wes weruh beres. Selesai halan halan, saya beresi semua totalan. Gak ada utang. Sebelum peserta keluar dari kamar mandi, semua harus beres. Nilainya puluhan juta dan semua saya bayar tanpa lembaran rupiah. Semua pembayaran pakai hp Ben kelihatan sodok maju. Wong bayar bus transjatim saja pakai hp kok. Nah, setelah selesai dan salaman, pemandu pulang. Tak lupa halal halan dan saling doakan. Saya masih cek penumpang. Setelah lengkap, roda bus gerak. Di gerbang, tukang parkir yang di pos keluar. Minta 150 ribu untuk tiga bus. Saya bayar kes. Sekitar setengah jam jalan, pemandu kirim wa jika semua tidak ada yang terlewatkan. Parkir juga sudah dia bayar. Terus saya jawab, saya juga dimintai parkir. Saya bayar. Dia kaget dan langsung minta rekening, mau balikin ke saya. Professional juga dia. Tapi saya tidak profesional. Saya bilang, gak usah pak. Cuman saya minta bapak ke tukang parkir. Bilangin kalau sudah dibayar jangan minta lagi. Dan kalau uangnya mau diminta ke tukang parkir, silakan. Untuk pelajaran bagi dia. Nanti uangnya bagi bagi saja. Terus dia bilang, wah saya gak enak sama bapak. Saya jawab santai saja….. terus saya mbatin, negeri ku kok begini ya. Semua lini ketika ada kesempatan, kok korupsi ya. Saya yang petani juga korupsi ya. Mungkin hanya kepala KUA di Sragen yang terang terangan bikin video, dengan tegas menolak sangu dari orang punya hajat yang nikahin anaknya. Dia bilang, uang pemberian yang terkait dengan jabatan dan pekerjaan itu gratifikasi. Saya tidak mau diberi dan jangan memberi saya. Cukup kasih dengan senyuman dan terimakasih saja ….. presiden ku bilang, mengejar koruptor sampai langit. Eh di teras istana ada Lo pak. Atau jangan jangan di istana pusatnya. Pusat pemerintahan maksudnya. Atau juga pusat itu tuh….