Pojokkiri.com

Wali Murid Usulkan Program MBG Diganti Uang Tunai Usai Kasus Keracunan Massal di SMAN 2 Lamongan

 

SMA Negeri 2 Lamongan Jalan Veteran No 01 Kecamatan/Kabupaten Lamongan.(Foto: Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimbulkan kasus keracunan massal di SMA Negeri 2 Jalan Veteran Lamongan terus menuai sorotan dari kalangan wali murid. Bahkan, muncul usulan agar program tersebut diganti dengan bantuan uang tunai yang langsung diterima orang tua siswa.

“Lebih baik diganti uang saja, Mas. Apalagi kemarin anak kami, pada Rabu (17/9) siang lalu keracunan,” ujar S, salah satu wali murid korban keracunan MBG kepada Koran Harian Pojok Kiri, Senin (22/9/2025).

Menurut S, dirinya mendengar bahwa anggaran program MBG mencapai Rp15.000 per siswa. Jika dana tersebut ditransfer langsung ke rekening wali murid, maka manfaatnya akan lebih terasa dan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa bisa lebih baik.

 

Sukis, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 2 Lamongan.(Foto: Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

“Dengan anggaran sebesar itu, saya jamin ransum makanan bisa lebih layak dibanding yang diberikan dari MBG,” tegasnya.

Menanggapi usulan itu, wartawan Pojok Kiri mencoba meminta konfirmasi ke pihak SMA Negeri 2 Lamongan. Humas sekolah, Angreini, disebut sedang berada di luar sekolah untuk melaksanakan ziarah umrah. Wartawan akhirnya ditemui oleh Guru Bimbingan Konseling (BK), Sukis.

Namun, Sukis enggan memberikan komentar terkait usulan wali murid tersebut. “Maaf, Mas, saya tidak bisa menjawab itu. Yang berhak menjawab adalah Bu Angreini, Sie Humas SMA Negeri 2 Lamongan. Saat ini beliau ada di luar sekolah sedang ziarah umrah,” ucap Sukis dengan ramah, Senin (22/9) siang.

Kasus keracunan massal akibat program MBG di SMAN 2 Lamongan sebelumnya sempat menyita perhatian publik, setelah belasan siswa dilarikan ke rumah sakit dengan gejala mual, pusing, dan muntah. Hingga kini, program tersebut masih menuai pro dan kontra di kalangan orang tua murid.(lut)