Pojokkiri.com

Kronologis Santri Tewas di Ponpes Al Futuh Sekargeneng Tikung

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo saat melihat jasad M.Rayhan Rizqi Sembodo.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri. Com- Inilah kronologi kematian M.Rayhan Rizqi Sembodo (15) santri kelas VIII di pondok pesantren (Ponpes) Al Futuh yang terjadi pada Kamis (24/4/2025) pagi.

Ponpes itu berlokasi di Dusun Sekargeneng RT 02 RW 03,Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, yang dikonfirmasi Koran Harian Pojok Kiri melalui Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, pada Kamis (24/4/2025) siang sekitar pukul 11.00 WIB membenarkan peristiwa tragis tersebut.

“Kami telah menerima laporan dan segera mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta melakukan Visum terhadap korban bersama tim kesehatan dari Puskesmas Tikung,” jelas AKP Anang, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Andi Nur Cahyono.

AKP Anang menjelaskan bahwa sebelum kejadian, MRR yang merupakan santri kelas 8 Ponpes Al Futuh, hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan Sholat Dhuha.

Saat itu, korban yang mengenakan seragam batik hijau dan celana putih, memegang besi pembatas area wudhu dengan tangan kanannya.

“Saat kejadian, seorang saksi bernama Satriyo Arya Budiono melihat korban tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga mengalami kejang-kejang,” tutur AKP Anang.

Melihat kejadian tersebut, saksi Satriyo dengan cepat mencabut stop kontak yang menjadi sumber aliran listrik pada mixer pengeras suara di sekitar area wudhu.

“Setelah aliran listrik terputus, saksi melihat MRR terjatuh ke dalam kubangan air wudhu, ” lanjutnya.

Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan, dan tak lama kemudian para ustadz datang untuk membantu korban.

MRR segera dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan.

Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan di Unit Gawat Darurat (UGD), dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka melepuh di 3 jari tanggan kanan.

Atas kejadian tersebut, lanjut AKP Anang , pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran arus listrik yang merenggut nyawa santri tersebut.

Selain itu pihaknya juga mengamankan barang berupa 1 Unit Aplifaiyer, 1 Unit Mixser dan Kabel Graund ke air dengan panjang 3 meter.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban almarhum adalah masih pelajar Ponpes AL Futuh. Dan almarhum tidak memiliki riwayat sakit,” pungkasnya.(lut)