Pojokkiri.com

“Umroh Mandiri….
Irit atau Orot-orot?

Robai Hamid Putu Salam

Umroh mandiri atau backpacker sudah dianggap legal oleh pemerintah. Sebelumnya, umroh mandiri sudah biasa dilakukan banyak kelompok atau keluarga atau perorangan.

Bagi yang berduit atau berpengalaman, seluruh akomodasi dan transportasi mulai dari tanah air sampai tanah suci, sudah beres sejak sebelum berangkat. Termasuk visa. Semua bisa dipesan melalui online.

Apakah umroh mandiri lebih murah daripada umroh travel. Atau niatnya ngirit tapi malah orot-orot atau lebih mahal.Yang jelas, umroh mandiri itu bebas pilih tanggal, pilih hotel, transportasi lokal atau obyek lain selama di tanah suci.

Atau pilih rute penerbangan. Mau langsung atau pilih mutar ke negara mana saja.Yang jelas, untuk tiket, jelas lebih murah yang transit di beberapa negara. Tapi itu harus dilakukan minimal dua bulan sebelum keberangkatan. Ini harus sering cek di tiket online.

Cari yang promo. Dan untuk ini, sangat sulit jika berkelompok. Karena menyangkut kesibukan peserta. Lain lagi jika pesertanya semua pengangguran. Beda dengan umroh travel yang sudah terjadwal.

Saudara, umroh mandiri, murah di tiket, belum tentu akan lebih hemat. Hotel dan pesawat mungkin bisa lebih murah. Karena bisa pilih. Sedang untuk makanan dan transport lokal, jelas jauh lebih mahal. Untuk mie ayam saja, jika dirupiahkan bisa sekitar 140 ribu.

Apakah akan masak sendiri? Ribet kan. Jamaah haji saja sekarang sudah tidak masak, seperti dulu. Tujuannya, agar bisa fokus ibadah. Kalau romadhon, memang banyak orang sedekah. Lalu apakah kita akan meminta minta. Kenapa tidak berfikir kita memberi.

Dengan demikian, bisa saja pos pengeluaran makan dan transport lokal, menjadi item pengeluaran yang paling besar. Bahkan bisa lebih besar dari tiket pesawat. Ini jika dalam kondisi normal. Tidak terjadi apa-apa selama di tanah suci.

Karena, umroh mandiri itu semua harus diurus sendiri atau gotong royong. Mulai dari chek in bandara, handling sampai saat kedatangan. Jika dari bandara Jeddah harus naik taksi ke Makkah, maka biaya juga cukup mahal. Naik bus umum? Tentu tidak sampai hotel. Harus butuh transport lagi. Taksi atau grab. Setiba di Makkah, sudah harus makan. Dan ini beli dengan harga yang lumayan mahal.

Selain itu, umroh mandiri harus siap koper, pakaian ihram dan kebutuhan lain. Bagi yang biasa berangkat, mungkin banyak yang punya. Bahkan ada yang numpuk koper.

Untuk hal ini, sampai pulang, satu orang sekitar 25-30 juta habis. Dengan estimasi 14 hari, hotel pada kisaran jarak 300-500 meter.

Jika habis pada kisaran tersebut, maka tak jauh dengan umroh pakai travel yang semua sudah diurus travel. Mulai perlengkapan sampai makan. Apalagi, jika yang berangkat sudah agak tua atau orang yang tidak pengalaman.

Jika tidak pernah atau belum pengalaman, jangan coba-coba mandiri, walau saya juga pernah bareng satu pesawat Oman airline dengan anak muda dari Lombok. Dia sendiri dan belum pernah ke Makkah.

Bahkan, niat umroh pun masih tanya saya. Termasuk di mana miqotnya. Saat di gua Hira, saya juga ketemu anak Jakarta yang umroh mandiri bersama ibunya. Saya tebak biaya yang sudah dikeluarkan dalam waktu sekitar 30 hari, habisnya sudah mendekati 40 juta dan dia membenarkan.

Tapi, saya juga ketemu teman yang umroh bersama keluarga. Dia bilang, setelah dihitung, lebih murah sedikit dibanding travel. Sekitar 3 jutaan perorang. Ingat, ada resiko selama di luar negeri. Tapi kita tetap berdoa semoga baik baik saja. Niat baik dengan cara yang baik. Siapkan sangu cadangan. Lebih dari 10 persen dari perhitungan awal.

Sekarang, umroh travel bisa lebih murah. Tergantung fasilitas dan lewat siapa daftarnya. Jika daftar langsung ke travel, bisa lebih murah. Apalagi jika ada paket promo atau paket rontokan. Tapi kalau lewat perwakilan perwakilan atau sub sub perwakilan, maka biaya jauh lebih mahal.

Dan lahan bisnis ini, mulai dari pembuatan paspor. Lewat travel, habisnya bisa 1,5 juta, tinggal foto. Tapi jika cari sendiri, nulis sendiri, habisnya 650 ribu.

Hanya saja, imigrasi kadang masih ada yang agak ribet. Tetap minta rekom travel. Anak saya yang mencari paspor di Kediri, bisa dilayani langsung, tanpa rekom. Tapi ketika saya ngantar teman di imigrasi lain, tetap disuruh rekom.

Jadi ingat dawuhe kanjeng nabi Muhammad, haji dan umroh akan jadi ladang bisnis. Karena dalam ibadah ini, melibatkan banyak perusahaan. Hati-hati dengan penipuan.

Karena, di mana saja bisa terjadi penipuan, kecuali yang mendapat pertolongan Gusti Alloh SWT. Banyak doa, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Tulisan ini boleh dibantah, dikoreksi, ditambahi, didiamkan atau diabaikan. Semoga kita semua dimudahkan Gusti Alloh SWT ke tanah suci. Aamiin aamiin aamiin.(*)