
Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono menerima Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekdaprov yang akrab disapa Bobby itu mengatakan bahwa selama ini kerjasama antara Jawa Timur dan Denmark telah berjalan baik. Terutama setelah pembukaan Kantor Konsulat Denmark di Surabaya pada tahun 2021.
“Tentunya ke depan kami berharap kerjasama antara Jawa Timur dan Denmark di berbagai sektor. Dan potensi kerjasama kita yang cukup besar ada di bidang maritim, terutama untuk industri perkapalan dan perikanan,” kata Siadi, Senin (1/6/2024).
Politisi Golkar ini mengatakan, kerjasama di bidang maritim memiliki potensi besar karena baik Jawa Timur dan Denmark berada dekat dengan garis pantai. “Untuk itu, kami berharap rencana ini dapat diwujudkan di masa mendatang. Sehingga benefit yang didapat kedua negara dari kerjasama yang ada bisa meningkat,” imbuhnya.
Dengan adanya kerjasama ini, kata politisi asal Malang ini, bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat di Jawa Timur.” Saya tentunya optimis dengan adanya kerjasama industri perkapalan dan perikanan ini akan mendatangkan tren positif bagi ekonomi di Jawa Timur, “kata dia.
Siadi menambahkan, ada beberapa fasilitas yang bisa menunjang kerjasama antara Jawa Timur dan Denmark bisa dimaksimalkan.
“Bukan tanpa sebab jika Pemprov Jawa Timur percaya diri bermitra dengan Kerajaan Denmark. Jatim sendiri memiliki PT PAL yang bergerak di bidang pembuatan kapal. Kemudian terdapat PT Pindad yang juga sebagai industri alat pertahanan militer berkelas dunia. Selain itu, Jawa Timur juga memiliki perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknologi kelautan yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” tandasnya.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan I tahun 2024 tumbuh sebesar 4,81 persen secara year-on-year (yoy). Kinerja perekonomian Jawa Timur didominasi oleh kontribusi industri pengolahan sebesar 31,54 persen, diikuti sektor perdagangan sebesar 19,01 persen, dan disusul sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 9,71 persen.
Pada triwulan I tahun 2024, capaian realisasi investasi Jatim mencapai Rp36,2 triliun atau sebesar 36,2 persen dari target yang sudah ditetapkan. Secara y-o-y angka tersebut meningkat 20,7 persen dibanding triwulan I 2023 sebesar 30 persen.
Capaian triwulan I 2024 tersebut terbagi pada kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 20,1 persen atau senilai Rp20,1 trilliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar 16,1 persen atau senilai Rp16,1 trilliun.(wan)

