Pojokkiri.com

Kerusuhan Demo Jatim Timbulkan Kerugian Rp256 Miliar, Dalangnya Dikejar

Kerusuhan demo di Jawa Timur timbulkan kerugian Rp256 miliar, ratusan luka dan 997 orang ditangkap Polda Jatim.

Surabaya PojokkiriKepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkapkan dampak serius dari aksi demonstrasi berujung ricuh yang melanda sepuluh kabupaten/kota di Jawa Timur pada 29–31 Agustus 2025. Dari hasil pendataan, nilai kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp256 miliar.

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto, menegaskan bahwa kerugian tersebut sebagian besar berasal dari kerusakan fasilitas pemerintah daerah dan aset kepolisian yang dihancurkan massa.

“Ini kan sebenarnya sayang sekali kalau harus dipakai untuk memperbaiki kerusakan. Ini kan bisa dipakai untuk hal yang lebih baik lagi,” tegas Nanang dalam konferensi pers pada Kamis (18/09).

Selain kerugian materiil, kerusuhan juga memakan korban jiwa dalam bentuk luka-luka. Berdasarkan data resmi kepolisian, 111 warga sipil mengalami luka akibat bentrokan. Sebagian besar menjalani perawatan rawat jalan dan kini sudah kembali ke rumah.

Sementara itu, dari unsur aparat, sebanyak 105 anggota Polri dan 12 personel TNI mengalami luka akibat lemparan batu, bom molotov, hingga serpihan kaca.

“Kalau lihat di sini ya memang harus terjadi korban pada saat melakukan kegiatan-kegiatan untuk meredakan. Di sini dari masyarakat sendiri ada kurang lebih 111 orang. Namun, sudah rawat jalan dan sudah kembali,” ujar Nanang.

Kericuhan yang tersebar di berbagai wilayah—terutama di Sidoarjo, Malang, Jember, Kota Kediri, dan Surabaya—mendorong polisi melakukan tindakan tegas. Sejak 29 Agustus hingga 16 September 2025, Polda Jatim berhasil mengamankan 997 orang.

Rinciannya, 582 orang dewasa dan 415 anak di bawah umur. Dari jumlah tersebut, 682 orang dipulangkan, sementara 315 lainnya masih dalam proses hukum.

Kapolda Jatim menegaskan, pihaknya kini tengah memburu dalang di balik aksi anarkis tersebut. “Kami akan kejar sampai sejauh mana pun karena ingat, jejak elektronik tidak bisa dihilangkan. Tim kami sudah berjalan, mudah-mudahan nanti bisa lebih mengerucut kepada siapa otak atau pelaku peristiwa ini,” pungkasnya.

Kapolda Jatim memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil. Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi pihak tertentu yang sengaja menebar konflik.

Kerusuhan yang menelan korban dan menimbulkan kerugian besar ini menjadi pelajaran bahwa demonstrasi harus tetap dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi kedamaian (sul)

Berita Terkait

Polda Jatim Terapkan KRYD Antisipasi Arus Balik Mudik Tahap Dua

Pemberantasan Premanisme Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.198 Kasus

Penjualan Rekening Bank Senilai 5 Miliar untuk Judi Online Internasional Terbongkar