Pojokkiri.com

Kepemimpinan Harmonis Khofifah-Emil: Jawa Timur Teguh Melangkah di Tengah Hasutan

Ketua MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Jawa Timur, Heru Satriyo

Surabaya Pojokkiri – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025) silam.

Kembalinya duet kepemimpinan ini untuk periode kedua menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap kinerja Khofifah dan Emil. Keharmonisan keduanya dinilai sebagai kunci dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta memperkuat pembangunan di Jawa Timur.

Simbol Kepemimpinan Ibu dan Bapak bagi Jawa Timur

Khofifah Indar Parawansa dikenal sebagai sosok yang merepresentasikan figur “ibu” bagi rakyat Jawa Timur. Senyum khas dan ketulusannya mencerminkan kepedulian mendalam pada masyarakat kecil yang masih bergulat dengan berbagai kesulitan hidup. Dedikasinya berulang kali terbukti dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi lapisan bawah.

Sementara itu, Emil Dardak hadir sebagai figur “bapak” yang menegaskan sinergi kepemimpinan. Senyum ramah dan komitmen kuatnya mendampingi Khofifah menambah kehangatan kepemimpinan Jawa Timur. Kehadiran mereka berdua dipandang masyarakat sebagai pasangan pemimpin yang saling melengkapi, kokoh, dan tidak mudah dipecah belah.

Pernyataan Tegas dari MAKI Jawa Timur

Ketua MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Jawa Timur, Heru MAKI, menegaskan bahwa duet kepemimpinan Khofifah-Emil merupakan pasangan harmonis yang tidak bisa diprovokasi pihak-pihak tertentu.

“Kedua Pemimpin Jawa Timur yaitu Ibunda Gubernur Jawa Timur dan Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur ini adalah sosok Pemimpin yang sangat kompak dan saling mengisi, serta tidak akan gampang untuk diinterverensi atau dipecah belah oleh pihak pihak yang memang tidak suka atas harmonisasi laku dari kedua Pemimpin Jawa Timur tersebut,” tutur Heru, pada Jumat (26/09).

Heru juga memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengadu domba melalui isu-isu menyesatkan. “Minggat saja dari Bumi Majapahit Jawa Timur, jangan main-main dengan mengedepankan narasi hasutan serta praktek adu domba yang jauh dari kearifan lokal masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Klarifikasi soal Dana Hibah

Heru MAKI turut menanggapi polemik kasus dana hibah yang tengah ditangani KPK. Ia memastikan masyarakat tidak perlu terprovokasi dengan isu liar yang mencoba menyeret nama Khofifah maupun Emil.

“Jawa Timur sedang baik-baik saja. Semua narasi kegaduhan seperti kasus dana hibah yang saat ini sedang dalam tahap penyidikan, MAKI Jatim meyakini 2 juta persen bahwa Ibunda Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tidak akan terlibat sedikitpun. Kita percayakan kepada KPK untuk menuntaskan masalah dana hibah tersebut. Yang lain gak usah ikut ngomong tidak jelas dan malah terkesan ngawur,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Heru MAKI mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk tetap solid mendukung program pembangunan pemerintah provinsi. Ia menekankan pentingnya mengawal arah kebijakan dengan bijaksana demi peningkatan kesejahteraan rakyat, seraya mengabaikan narasi adu domba maupun hoaks yang tidak bertanggung jawab (sul).

Berita Terkait

Ning Lia Apresiasi Sikap Tegas Gubernur Khofifah: Jangan Naikkan PBB yang Membebani Rakyat

MAKI Siap Dampingi Panggilan Khofifah Besok, Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan

Ning Lia Tegaskan Aksi 3 September Sarat Kepentingan Pribadi, Jawa Timur Butuh Kedamaian