
Situbondo, pojokkiri.com
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama
(LPBI NU) Kabupaten Situbondo, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Situbondo, yang telah melakukan langkah cepat tanggap dalam mengatasi bencana alam gempa bumi bermagnitudo 5,4 yang terjadi di Kota Santri. Dengan turun langsung ke lokasi daerah terdampak bencana yang tersebar di wilayah Kecamatan Banyuputih.
Hal ini disampaikan Ketua LPBI NU Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan saat ditemui pojokkiri.com di Kantor PCNU di Jalan Madura, Situbondo, Jumat, (26/9/2025)
“Kami dari LPBI NU yaitu lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim Nahdlatul Ulama Kabupaten Situbondo, ikut mengapresiasi pemerintah daerah dengan langsung turun terjun ke lokasi bencana di daerah terdampak bencana gempa bumi, yang terjadi kemarin pada hari Kamis, (25/9) sekitar pukul 16.00 WIB,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah yang dinahkhodai Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, telah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi dan masukan dalam penanggulangan bencana alam tersebut.
“Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Mas Rio Kabupaten Situbondo, hadir di tengah masyarakat dalam rangka memberikan masukan, solusi bagaikan penanggulangan bencana yang kemarin terjadi di wilayah daerah Kecamatan Banyuputih, ” terangnya.
Ia, juga mengakui bahwa Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah di hari kedua Jumat, (26/9) langsung turun ke lokasi untuk mengawal pendistribusian bantuan bencana alam gempa bumi.
“Dan hari kedua pada hari ini, Jumat Mbak Ulfiyah (Wabup) juga turun langsung mengawal pendistribusian bantuan di empat desa. Desa Wonorejo, Sumberanyar, Sumberwaru dan Desa Sumberejo (Kecamatan Banyuputih), ” jelasnya.
Gatot, bersama jajaran LPBI NU Situbondo, yakni Niken Anindita Yektiwara (Pembina), Nurcholis (Wakil Ketua), Herlina Wijayati (Sekretaris) dan Moh. Muris Firdaus (Humas), berharap kepada warga terdampak bencana alam diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan yang telah terjadi. Dengan cobaan ini, masyarakat di Situbondo selalu bertawakal kepada Allah SWT.
“Gempa bumi ini, merupakan gempa yang berskala cukup tinggi. Berharap bagi saudara kita yang tertimpa bencana bisa bersabar dan juga menambahkan ketawakkalan terhadap Allah SWT, ” harapnya.
Sementara itu, diketahui Pemkab Situbondo, telah mempersiapkan anggaran dari biaya tak terduga atau BTT untuk rehabilitasi seratusan rumah warga terdampak gempa bumi itu.
Pada Kamis (25/9) sore pukul 16.04 WIB, BMKG melaporkan gempa bumi dengan magnitudo 5,7 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4 berpusat 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dengan kedalaman 12 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami.
“Pemerintah daerah akan merehabilitasi semua rumah warga terdampak gempa menggunakan BTT. Jadi, kami minta masyarakat jangan khawatir karena sesuai petunjuk Bupati Mas Rio akan diperbaiki semuanya,” kata Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah saat mendatangi rumah terdampak gempa di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jumat.
Ia menyampaikan pemerintah desa, dusun, RT/RW, Polsek dan Koramil di Kecamatan Banyuputih, sudah melakukan pendataan rumah-rumah terdampak yang nantinya akan direhab, termasuk memberikan bantuan sembako dan bantuan lainnya.
Selain itu, kata Wabup Ulfiyah, pemerintah daerah setempat juga memberikan pendampingan kepada warga terdampak termasuk akan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan pascagempa.
“Dapur umum tentu didirikan di sekitar lokasi terdampak gempa, khususnya untuk para petugas yang membantu membersihkan rumah warga terdampak,” katanya.
Sementara itu hingga Jumat sore, BPBD Situbondo mencatat rumah rusak akibat gempa mencapai 99 rumah termasuk beberapa fasilitas umum yang tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih, yakni Desa Sumberwaru, Desa Sumberanyar, Desa Sumberejo, dan Desa Wonorejo.
Kerusakan terparah dan terbanyak, berada di Desa Sumberwaru, desa yang paling dekat dengan pusat gempa, tercatat ada 34 rumah rusak ringan hingga rusak berat, serta beberapa fasilitas umum seperti mushalla dan beberapa pos Resort Labuhan Taman Nasional Baluran.
Sedangkan di Desa Sumberanyar ada 16 rumah, semuanya berada di Dusun Mimbo, di Desa Sumberejo terdapat 4 rumah rusak di Dusun Sukorejo dan 19 rumah di Desa Wonorejo. Total rumah dan fasilitas umum yang rusak sebanyak 99 unit. (Inul)

