
Lamongan, Pojok Kiri.com-Seorang nelayan asal Lamongan ditemukan meninggal dunia saat sedang melaut di perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Kamis (23/10/2025) pagi.
Korban diketahui bernama SUM (52), warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, yang juga merupakan nahkoda KMN. Barokah Makmur.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di kapal, kejadian bermula saat kapal yang dinakhodai korban berangkat dari Pelabuhan TPI Lama Brondong pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB bersama 12 anak buah kapal (ABK) menuju perairan Pulau Bawean untuk mencari ikan.

Sekitar pukul 06.45 WIB, setelah sarapan, kemudi kapal sempat digantikan oleh salah satu ABK bernama WID (51), warga Paciran, Lamongan. Beberapa jam kemudian, giliran kemudi digantikan ABK lain, sementara korban SUM beristirahat bersama dua ABK lainnya di dek kapal.
Beberapa saat kemudian, WID mendengar korban mengigau dan berusaha membangunkannya. Setelah sempat tersadar, korban kembali tidur dan kembali mengigau disertai kejang-kejang serta mengeluarkan darah dari hidung. Melihat kondisi tersebut, WID memanggil ABK lain bernama HAD (40) asal Kecamatan Kerek, Tuban, untuk membantu menolong korban.
“Namun setelah diperiksa, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Saat kami periksa, denyut nadinya sudah tidak terasa. Korban sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid, Jumat pagi.
Mengetahui nahkoda mereka meninggal dunia, seluruh ABK sepakat untuk menghentikan aktivitas melaut dan memutuskan kembali ke Pelabuhan TPI Lama Brondong. Kapal KMN. Barokah Makmur tiba di pelabuhan sekitar pukul 17.00 WIB, dan jenazah korban langsung dievakuasi ke darat.
“Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya korban masih belum diketahui. Diduga kuat korban meninggal akibat sakit mendadak saat sedang beristirahat di kapal. Pihak kepolisian dan keluarga korban telah menerima laporan tersebut,” pungkas Hamzaid.(lut)

