
Gresik, pojokkiri.com
Menjelang Iduladha 1447 H, tim gabungan Kecamatan Balongpanggang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (30/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas dari wabah penyakit.

Sidak dipimpin langsung oleh Plt. Camat Balongpanggang, didampingi Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Balongpanggang, Drh. Apriliwiyani Niken Hastuti. Turut hadir Babinsa 0817/09 Balongpanggang Pelda Heru, serta Kepala Desa Balongpanggang Agus Saputro dan banyak lainnya.

Plt. Camat Balongpanggang Nursalim menegaskan bahwa pengawasan ekstra diperlukan mengingat posisi geografis Balongpanggang yang menjadi titik temu pedagang dari berbagai daerah.
“Balongpanggang ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Mojokerto, sehingga kita harus ekstra hati-hati.

Kami terus berkoordinasi dengan Forkopimda, Puskeswan, hingga pemerintah desa untuk memastikan kesiapan Iduladha,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif saat membeli hewan kurban.
“Harapan kami masyarakat waspada. Meskipun pemerintah sudah melakukan pengawasan dan koordinasi ketat, pembeli tetap harus jeli agar pelaksanaan kurban nanti berjalan lancar tanpa kendala kesehatan hewan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kepala UPT Puskeswan Balongpanggang, Drh. Apriliwiyani Niken Hastuti, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada tindakan preventif, terutama terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Mengingat tingginya mobilisasi ternak di pasar, risiko penyebaran virus tetap diantisipasi.

”Target vaksinasi kami tidak hanya di kandang peternak, tapi juga di pasar hewan karena mobilitasnya sangat tinggi. Selain vaksinasi, kami juga memberikan pelayanan kesehatan berupa pemberian obat vitamin dan obat cacing,” terang Niken.

Niken memberikan tips praktis bagi calon pembeli untuk mengenali hewan yang aman. Ia menyarankan masyarakat memilih sapi yang sudah memiliki tag (tanda telinga) berwarna kuning.
“Pilihlah ternak yang sudah divaksin. Tandanya adalah tag kuning di telinga. Melalui barcode tersebut, pembeli bisa mengecek riwayat vaksinasi hewan tersebut. Ini cara efektif meminimalisir penyebaran PMK,” jelasnya.

Meski kesehatan hewan terjaga, sisi ekonomi mulai menunjukkan tren kenaikan. Kepala Desa Balongpanggang, Agus Saputro, mengungkapkan adanya lonjakan harga sapi kurban sekitar 20% sejak bulan Maret lalu.
“Sapi yang sebelumnya dikisaran Rp22 juta, kini naik menjadi sekitar Rp25 juta. Namun, alhamdulillah, antusiasme warga untuk berkurban tetap tinggi meski ada kenaikan harga,” pungkas Agus.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga medis hewan, dan aparat keamanan, diharapkan masyarakat Gresik dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan mendapatkan hewan yang berkualitas. Tambahnya. (Dyo)

