
Oleh: Zainul Lutfi, Wartawan Harian Pojok Kiri Biro Pantura
Populasi burung endemik di wilayah Lamongan semakin mengkhawatirkan. Banyak jenis burung yang dulunya mudah dijumpai di alam liar kini nyaris punah akibat maraknya perburuan untuk dijual para pemikat burung.
Beberapa jenis burung khas Lamongan seperti cendet, prenjak putih, prenjak tamu, dan kepodang kini sulit ditemukan di habitat aslinya. Burung-burung tersebut menjadi incaran utama karena memiliki nilai jual tinggi di kalangan pecinta kicau atau kicau mania.

Saat ini, hanya tersisa beberapa spesies burung yang masih bertahan di alam liar, di antaranya perkutut, burung gereja, gentilang, trucukan, kemlade keres, dan derkuku. Namun, burung-burung ini dikenal memiliki nilai jual rendah dibandingkan jenis endemik sebelumnya.
Ironisnya, seiring waktu, burung-burung kelas dua tersebut juga mulai diburu untuk diperjualbelikan kepada pengepul burung di Lamongan.

Pemerhati lingkungan mendesak agar instansi terkait segera turun tangan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang perburuan liar terhadap burung-burung endemik. Tanpa langkah tegas, dikhawatirkan seluruh burung liar di Lamongan akan punah dan hanya tinggal cerita.(*)

