
Petugas Polsek Glagah membantu kelancaran arus lalulintas di jalur yang di lalui banjir. (Zainul Lutfi)
Lamongan, Pojok Kiri.com- Banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan kini semakin meluas. Data sementara rumah warga yang terendam banjir 717 rumah dari 7 Desa.
Bertambah banyaknya desa yang terendam banjir, semata lantaran kiriman air dari hulu sungai Bengawan Jero semakin besar.
Menurut Kapolsek Glagah AKP Su’ud didampingi Kanit Reskrim Ipda Moch Sokeb kepada koran ini Sabtu (18/2/2023) mengungkapkan, data menunjukan 7 desa dan 717 rumah kini terkena imbas luapan Sungai Bengawan Jero.
” 7 Desa itu adalah Desa Suko, Morocalan, Rayunggumuk, Gempolpendowo, Pasi, Margoanyar dan Meganti, ” katanya.
Menurut Su’ud ada 717 rumah yang terendam tersebar di 7 desa dengan ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 30 sentimeter.
Rumah yang terbanyak terendam, ada di Desa Soko yaitu sebanyak 202 rumah terendam.
Sedang untuk lahan pertanian/tambak yang terdampak banjir 806 Ha dari 7 Desa dengan total kerugian sekitar Rp. 3.434.000.000 (Tiga Milyar, Empat Ratus Tiga Puluh Empat Juta Rupiah).
” Melihat banjir makin meluas, pihaknya hingga saat ini masih menyiagakan personel untuk menghadapi segala kemungkinan,” tandas Su’ud.
Hingga berita ini ditulis, status debit air yang ada di papan ukur di Lak Sluis Kuro dan hasil cek lokasi ketinggian air sampai pukul 09.00 WIB adalah Peil blawi : +073 peischal dan Lak Kuro : luar : +185 dan Dalam : + 029 peischal.(lut)

