
Lamongan, Pojok Kiri.com-Perkembangan kasus pembunuhan seorang guru yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, masih dalam tahap pendalaman.
Pihak kepolisian meminta masyarakat dan awak media bersabar menunggu hasil penyelidikan terkait motif kejadian tersebut.
Hal itu disampaikan KBO Satreskrim Polres Lamongan, Iptu M. Yusuf Efendy, saat dikonfirmasi Wartawan Pojok Kiri. Ia memastikan penyelidikan terus berjalan dan informasi resmi akan segera disampaikan.
“Sabar mas, insyaallah secepatnya akan kami sampaikan ke rekan-rekan wartawan,” ujar Iptu M. Yusuf Efendy.
Pernyataan senada juga disampaikan Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid. Menurutnya, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap secara jelas motif di balik peristiwa tersebut.

“Saat ini masih dilakukan pendalaman dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Untuk motifnya nanti akan kami sampaikan secepatnya,” terang Ipda Hamzaid.
Ia menambahkan, Polres Lamongan berencana menggelar konferensi pers terkait kasus tersebut dalam waktu dekat di Mapolres Lamongan. “Insyaallah akan dilakukan press release secepatnya,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, digegerkan dengan peristiwa dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, setelah Polsek Sukodadi menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
Korban diketahui berinisial SU (56), seorang guru, warga RT 001 RW 001 Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojok Kiri, kejadian bermula saat saksi SR (60) pulang dari berbelanja di pasar. Setibanya di rumah, saksi melihat korban sedang tidur di kursi ruang tengah dengan kepala tertutup bantal.
Merasa curiga, saksi kemudian membuka bantal tersebut dan mendapati kepala korban telah berlumuran darah. Saksi langsung keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Tak berselang lama, saksi SMN (60) yang merupakan tetangga korban datang bersama KLK (50) untuk memastikan kondisi korban. Dari hasil pengecekan, korban diketahui mengalami luka parah di bagian kepala yang diduga akibat hantaman tabung gas LPG 3 kilogram.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Sukodadi.
Dalam penyelidikan awal, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial SMPN (77), yang tak lain adalah ayah kandung korban dan tinggal serumah dengan korban di Dusun Talun, Desa Sidogembul.
Hingga kini, Satreskrim Polres Lamongan masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti motif dan kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: WWW.POJOK KIRI.COM DAN KORAN HARIAN PAGI POJOK KIRI

