Pojokkiri.com

2.057 Personel Gabungan Amankan Pengesahan Warga Baru PSHTLAMONGAN

 

Pasukan Brimob Polda Jatim yang diterjunkan untuk amankan pengesahan warga baru PSHT Lamongan.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Polres Lamongan menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Apel Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026.

Kegiatan apel ini digelar di Alun-Alun Kabupaten Lamongan pada Kamis (18/6/2026) sore, mulai pukul 15.50 hingga 16.30 WIB. Apel dipimpin langsung oleh jajaran Forkopimda Lamongan dan dihadiri oleh seluruh personel pengamanan yang akan diterjunkan ke lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek., Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., serta Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

Turut hadir pula Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K., Danyon D Sat Brimob Polda Jatim Kompol Masrukin, S.H., jajaran Forkopimcam se-Kabupaten Lamongan, Ketua PSHT Cabang Lamongan, hingga jajaran Pengamanan Terate (Pamter).

Dalam amanatnya, Bupati dan Kapolres Lamongan menegaskan bahwa pengesahan warga baru merupakan agenda yang penting dan sakral bagi organisasi PSHT. Oleh karena itu, semua pihak wajib memastikan acara berlangsung aman, tertib, dan bebas dari tindakan melanggar hukum.

Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, secara tegas menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi sesuai dengan Maklumat Suro Aman dan Damai yang telah disepakati bersama. Siapa pun pelakunya, dari pihak mana pun. Tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi,” tegas AKBP Arif.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan konvoi atau arak-arakan. Pihak kepolisian juga melarang keras adanya massa dari luar Kabupaten Lamongan untuk menghadiri acara tersebut. Petugas akan melakukan penyekatan ketat di wilayah perbatasan dan mengambil tindakan tegas terukur jika ditemukan rombongan luar daerah yang nekat masuk.

“Saya tegaskan bahwa kami berdiri di tengah dan netral. Tidak ada ampun bagi oknum massa perguruan silat maupun masyarakat yang melaksanakan konvoi, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan serta membunyikan klakson secara berlebihan yang mengganggu masyarakat,” imbuhnya.

Untuk mengawal jalannya acara, sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan. Personel tersebut terdiri dari unsur Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jatim, Dit Samapta Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dishub, serta dibantu oleh Pamter dan Koordinator Lapangan (Korlap) PSHT.

Setelah apel selesai, Polres Lamongan langsung menggelar Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso, S.H., M.H. Agenda ini dilakukan untuk memantapkan pola pengamanan dan memastikan kesiapsiagaan personel di titik-titik yang telah ditentukan.

Melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan organisasi PSHT, diharapkan pengesahan warga baru tahun 2026 ini berjalan dengan kondusif.

Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa PSHT adalah organisasi besar yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan nilai persaudaraan di dalam masyarakat. Polres Lamongan berkomitmen penuh untuk terus “Jogo Lamongan” demi kenyamanan seluruh warga.(lut)

Editor: Zainul Lutfi