Pojokkiri.com

Gandeng SMKN 1 Dlanggu Mojokerto, Kemendes PDT Siapkan Lulusan SMK Jadi Agen Perubahan Desa

Penyerahan Cindera Mata

Mojokerto – Sekolah vokasi kini diproyeksikan menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia (SDM) di desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, SMKN 1 Dlanggu Kabupaten Mojokerto menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

 

Sinergi itu diwujudkan melalui diskusi langsung antara pihak sekolah dengan Staf Khusus Mendes PDT, M. Afif Zamroni, untuk menyelaraskan kurikulum dan pendidikan karakter dengan kebutuhan daerah tertinggal. Kegiatan berlangsung di aula SMKN 1 Dlanggu, Jumat (4/9/2026) lalu.

 

Diskusi tersebut mengusung tema Sinergi Pembangunan SDM Desa dan Daerah Tertinggal Melalui Penguatan Kapasitas Generasi Muda. Kegiatan ini menjadi jembatan antara kebijakan pembangunan nasional dengan implementasi pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan.

 

Gus Afif menegaskan, pembangunan nasional yang berkelanjutan harus berakar dari kualitas SDM yang unggul.

 

“Pembangunan nasional yang berkelanjutan berakar dari kualitas SDM yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan global namun tetap berpijak pada kearifan lokal,” ujarnya.

 

Menurutnya, generasi muda di jenjang sekolah menengah memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan di masa depan.

 

“Generasi muda di tingkat satuan pendidikan menengah khususnya wilayah penyangga seperti Kabupaten Mojokerto memegang peranan strategis sebagai agen perubahan sekaligus motor penggerak pembangunan di masa depan. Termasuk dalam konteks pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi desa, dan pembangunan daerah tertinggal,” imbuh Gus Afif.

 

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sesuai dengan arah kebijakan Kemendes PDT saat ini. Akselerasi kemandirian desa dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

 

“Dunia pendidikan menengah memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga peka terhadap dinamika pembangunan kawasan pedesaan dan daerah tertinggal di Indonesia,” tambah Gus Afif.

 

Diskusi ini sendiri terbagi dalam dua sesi. Pertama, focus group discussion (FGD) terbatas antara Stafsus Mendes PDT dengan kepala SMKN 1 Dlanggu dan sivitas akademika. Kedua, sesi inspirasi bersama perwakilan pendidik dan pengurus OSIS serta siswa berprestasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan fasilitas sekolah dan ekosistem literasi.

 

Pada kesempatan itu, Gus Afif juga meninjau langsung hasil karya siswa jurusan kuliner SMKN 1 Dlanggu didampingi Kepala SMKN 1 Dlanggu Johan Bahrudin. Berbagai produk pangan lokal hasil kreasi siswa ditampilkan sebagai bukti kompetensi vokasi.

 

Kepala SMKN 1 Dlanggu, Johan Bahrudin menyambut baik inisiasi kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.

 

“Kami siap bersinergi dengan Kemendes PDT. SMKN 1 Dlanggu berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara vokasi, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian untuk membangun desa,” kata Johan.

 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Pinky Hidayati menegaskan pentingnya penyelarasan program pendidikan dengan arah pembangunan desa.

 

“Kehadiran Staf Khusus Mendes PDT di SMKN 1 Dlanggu menjadi momentum penting. Kami di cabdindik akan terus mendorong sekolah vokasi untuk selaras dengan arah pembangunan SDM desa dan daerah tertinggal,” ujar Pinky.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menyelaraskan visi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan SDM pedesaan, memperkuat literasi dan kepemimpinan pemuda, serta menginisiasi program kolaboratif antara program desa mandiri Kemendes PDT dengan program unggulan yang ada di SMKN 1 Dlanggu. (Mar)