
Lamongan, Pojokkiri.com-Tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Kabupaten Lamongan terus menunjukkan pergerakan positif. Di Toko Sepeda Listrik Damai Lamongan yang terletak di Jalan Basuki Rahmat 3 B-C, Kelurahan Temenggung, penjualan sepeda listrik mampu mencapai belasan hingga puluhan unit setiap bulannya.
Kepala Marketing Toko Sepeda Listrik Damai Lamongan, Tito Dwi Bagus Setiawan, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, tokonya mampu menjual belasan unit sepeda listrik. Namun, angka tersebut bisa melonjak dua kali lipat saat permintaan sedang tinggi.
“Sebulan di toko sepeda listrik kami laku sekitar 15 unit. Kalau ramai bisa 30 unit sepeda listrik yang terjual,” ujar Tito saat diwawancarai wartawan Pojok Kiri di tokonya, Selasa (29/9/2026) pagi.
Tito menerangkan, sejauh ini peminat kendaraan roda dua berbasis baterai tersebut tidak hanya berasal dari kawasan kota, melainkan didominasi oleh warga dari beberapa wilayah kecamatan di Lamongan. Penjualan terbesar tercatat berasal dari Wilayah Kecamatan Tikung, Kecamatan Turi, dan Kecamatan Sugio.
Mengenai harga, toko ini menyediakan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan anggaran konsumen. “Untuk sepeda listrik harga paling murah Rp 3,7 juta dan yang paling mahal Rp 14,5 juta,” tegasnya.
Secara teknis, sepeda listrik yang dijual memiliki efisiensi yang cukup tinggi. Tito menjelaskan, hanya dengan melakukan pengisian daya (charge) baterai secara penuh selama 6 jam, sepeda listrik tersebut sudah mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer.
Potensi Menggeser Motor Konvensional
Selain sepeda listrik, Toko Damai Lamongan juga menyediakan sepeda motor listrik. Salah satu daya tarik utama dari kendaraan listrik ini adalah efisiensi biaya pajaknya yang sangat murah jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.
“Selain sepeda listrik, di toko kami juga menjual sepeda motor listrik. Untuk sepeda listrik nol pajak, sedangkan untuk sepeda motor listrik pajak per tahunnya cuma Rp 60.000,” imbuh Tito.
Ketika disinggung mengenai peluang sepeda motor listrik untuk menggeser dominasi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) di pasaran, Tito mengaku sangat optimistis. Menurutnya, faktor harga bahan bakar akan menjadi penentu dialihkannya pilihan masyarakat ke kendaraan listrik.
“Kalau harga BBM semakin tinggi, mungkin sepeda motor listrik bisa menjadi pengganti sepeda motor konvensional berbahan BBM,” tandas Tito mengakhiri pembicaraan.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

