
Pamekasan, pojokkiri.com
Upaya memperkuat infrastruktur pedesaan melalui program Jembatan Perintis Garuda terus dilakukan. Prajurit TNI AD dari Kodim 0826/Pamekasan bersama Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, meninjau kondisi jembatan rusak yang menghubungkan Desa Jarin dan Desa Baddurih, di Dusun Kotalon, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Rabu (21/10/2026).
Peninjauan tersebut dipimpin Pasiter Kodim 0826/Pamekasan, Kapten Chb Aman Karyoko, bersama Babinsa Desa Jarin, Serda Syarif.
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat kedua desa. Tak hanya menunjang aktivitas ekonomi, jalur itu juga digunakan anak-anak sekolah yang setiap hari melintas.
Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, mengatakan kerusakan jembatan telah menghambat mobilitas warga, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain menghubungkan Desa Jarin dan Baddurih, keberadaannya sangat penting untuk menunjang perekonomian warga,” kata Zuhri.
Menurut dia, jembatan tersebut sebelumnya dibangun menggunakan konstruksi beton, tetapi kemudian roboh. Warga sempat bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu secara swadaya. Namun, bangunan itu kembali rusak dan kini membahayakan pengguna jalan.
Zuhri berharap kehadiran TNI melalui program Jembatan Perintis Garuda dapat menjadi jalan untuk memperjuangkan pembangunan kembali akses tersebut.
“Kami memohon kepada Bapak Dandim Pamekasan agar membantu memperjuangkan pembangunan jembatan ini, baik melalui pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. Jembatan ini benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Survei tersebut menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian.
Bagi warga Jarin dan Baddurih, harapan hadirnya Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar tentang bangunan yang menghubungkan dua desa. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi urat nadi pendidikan, aktivitas sosial, dan perekonomian masyarakat pesisir. (*)

