Pojokkiri.com

Akses Malang-Lumajang Putus Total, Siadi Desak Alat Berat Segera Diterjunkan ke Lokasi Bencana Semeru

​

Surabaya, Pojokkiri.com-

Bencana alam akibat aktivitas Gunung Semeru kembali menimbulkan dampak parah di wilayah perbatasan. Banjir lahar dingin dan longsor yang dipicu oleh hujan lebat menerjang kawasan Lumajang dan mengakibatkan jembatan utama yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

​Akibat putusnya infrastruktur penghubung vital ini, sebanyak ±117 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tamansari, Kecamatan Tempursari, tercatat terisolasi karena akses jalan tertutup material longsor dan banjir.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi mendesak agar pemerintah provinsi melalui dinas terkait, berkoordinasi cepat dengan pemerintah kabupaten setempat untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi mendesak agar pemerintah provinsi melalui dinas terkait, berkoordinasi cepat dengan pemerintah kabupaten setempat untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

​”Peristiwa ini menjadi atensi penting bagi kita semua, khususnya infrastruktur perhubungan dan penanggulangan bencana di Jawa Timur. Kami di Komisi D mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga bersama BPBD Jatim dan kabupaten segera menerjunkan alat berat guna membuka akses jalan serta jembatan darurat secepat mungkin,” ujar Siadi saat dihubungi, senin (2/11/2026)

​Menurut politisi Golkar ini terisolasinya 117 KK di Kecamatan Tempursari menuntut penanganan yang tidak boleh lambat, terutama menyangkut suplai logistik makanan, air bersih, serta layanan kesehatan darurat bagi warga yang terjebak.

​Selain penanganan jangka pendek berupa pembukaan akses dan evakuasi, Siadi juga menekankan pentingnya evaluasi infrastruktur di kawasan rawan bencana. Mengingat kawasan lereng Semeru memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem, ia mendorong adanya penguatan konstruksi jembatan dan jalan yang lebih tahan terhadap terjangan lahar dingin ke depannya.

​“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami juga mengimbau masyarakat luas, khususnya para pengguna jalan yang hendak melintasi jalur Malang–Lumajang, untuk bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan guna menghindari potensi susulan bencana di tengah cuaca ekstrem ini,” pungkasnya.

Hujan lebat di kawasan Gunung Semeru memicu banjir lahar hujan dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026). Bencana tersebut menyebabkan jembatan penghubung Kabupaten Malang dan Lumajang tidak dapat dilalui kendaraan.

Terputusnya akses itu berdampak pada mobilitas warga, terutama di kawasan perbatasan kedua kabupaten. Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Tamansari, Kecamatan Tempursari, dilaporkan terisolasi akibat longsor dan putusnya jalan.(Wan)