Pojokkiri.com

Becak Listrik Berlogo Presiden Prabowo Subianto, Dijual Rp 7 Juta Nego (Bag-2)

 

Tampilan becak listrik bergambar Presiden Prabowo yang diiklankan di jual di graup Facebook Jual Beli Barang Lamongan.(Pojok Kiri/istimewa)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Unggahan sebuah becak listrik berlogo Presiden Prabowo Subianto yang dijual di grup Facebook “Jual Beli Barang Lamongan” mendadak viral dan memicu kegemparan di kalangan warganet, Minggu (7/6)

Kendaraan roda tiga yang diduga kuat sebagai barang bantuan pemerintah tersebut memancing kritik pedas serta komentar satire dari masyarakat.

Kabar yang awalnya dimuat oleh media cetak dan online Pojok Kiri pada Senin (8/6) kemarin berbuntut panjang setelah dibagikan ulang oleh Grup Facebook “Lamongan Vibes”. Hanya dalam waktu sepuluh jam, unggahan ulang tersebut langsung di like 132 orang, dikomentari 88 orang, 7 kali bagikan, dan dilihat 67.142 warga net.

Kehebohan ini bermula saat akun bernama Khoirul Huda Putra mengunggah foto satu unit becak listrik ramah lingkungan di grup Facebook lokal pada Minggu pagi. Dalam takarirnya, ia secara terang-terangan menawarkan unit tersebut dalam kondisi gres.

“Becak listrik. Kondisi baru belum terpakai. Bila ada yang minat inbox,” tulis Khoirul Huda Putra dalam unggahannya yang langsung memicu reaksi negatif hanya dalam waktu 31 menit setelah tayang.

Netizen yang penasaran bahkan sempat melakukan investigasi mandiri terkait harga unit bantuan yang dialihkan tersebut. Akun Siti Maryam Saiqona mengaku sempat menghubungi pihak penjual untuk menanyakan harga pasaran becak listrik berlogo presiden itu.

“Kemarin saya sempat tanyakan harganya, sama penjual dijual 7 juta nego,” ungkap Siti Maryam Saiqona di kolom komentar akun Lamongan Vibes, Senin (8/6) pagi.

Penjualan aset yang diduga bantuan negara ini memicu perdebatan mengenai kelayakan dan pemanfaatan bantuan oleh sang penerima. Netizen lain, Airlangga Putra Samudra, mencoba berspekulasi mengenai alasan di balik penjualan tersebut.

“Mungkin becaknya berat atau apa kendalanya, akhirnya dijual,” tulisnya. Sementara itu, puluhan komentar lain dari warganet “Lamongan Vibes” terpantau bernada kocak, miring, hingga satire yang menyayangkan mengapa barang bantuan justru berakhir menjadi komoditas komersial di media sosial.(lut)

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri