Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa aksi serentak ini bertujuan untuk menyapa serta membagikan bantuan logistik ringan kepada masyarakat yang sedang mengantre di SPBU. Di antaranya, untuk warga yang mngantre di SPBU Baratan dan Arjasa, Kamis (10/9/2026) siang.
“Kami minta seluruh OPD dan camat untuk serentak turun menyapa masyarakat yang sedang antri BBM. Ada yang membagikan air mineral, snack, hingga nasi kotak. Bahkan, hari ini beberapa Dapur MBG (makan bergizi gratis) juga kami gerakkan,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menegaskan bahwa aksi sosial tersebut dilakukan guna memberikan dorongan moral serta menunjukkan kedatangan dan kepedulian pemerintah di tengah kesulitan masyarakat. “Menunjukkan bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat dan pengusaha untuk peduli di tengah kesulitan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah menyadari bahwa pemenuhan suplai BBM merupakan kewenangan penuh Pertamina. Oleh karena itu, langkah Pemkab Jember memberlakukan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembelajaran daring bagi siswa sekolah ditujukan untuk menekan konsumsi kendaraan harian agar proses distribusi BBM kembali normal.
“Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan mulai jenjang PAUD/TK hingga SLTA/SMA. Pemkab Jember juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya. Kebijakan penyesuaian WFH juga difokuskan bagi para ASN Pemkab Jember.
“Langkah ini bertujuan membantu Pertamina. Tujuannya , agar proses distribusi dan penjualan BBM di SPBU bisa kembali pulih dan normal secepatnya,” pungkasnya.

