
Surabaya, Pojokkiri.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas. Komitmen tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam kegiatan Sosialisasi Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara daring, Rabu (15/01/2026).
Kegiatan sosialisasi yang diikuti kementerian, pemerintah daerah, kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta inspektorat daerah tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, indikator penilaian, hingga strategi implementasi SPI Pendidikan 2026 di seluruh wilayah tanah air.
SPI Pendidikan menjadi instrumen strategis KPK dalam memetakan tingkat integritas, transparansi, dan akuntabilitas di sektor pendidikan. Selain itu, survei ini berfungsi sebagai upaya preventif yang dirancang untuk mencegah terjadinya praktik koruptif sejak dini, baik pada level satuan pendidikan maupun lembaga pengelola pendidikan.
Aries Agung Paewai menilai bahwa SPI Pendidikan 2026 bukan sebatas instrumen penilaian kinerja, melainkan wadah refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperbaiki tata kelola secara berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, Aries menyampaikan bahwa survei tersebut dapat menjadi kompas evaluasi untuk melihat sejauh mana nilai-nilai integritas telah diterapkan secara nyata di sekolah maupun institusi pendidikan lain di Jawa Timur.
Menurut Aries, integritas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Pendidikan juga berperan penting dalam membentuk karakter generasi bangsa, sehingga penerapan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi harus tercermin tidak hanya dalam kurikulum, tetapi juga dalam sistem tata kelola pendidikan.
Lebih lanjut, Aries mengajak seluruh satuan pendidikan di Jawa Timur untuk berpartisipasi aktif dan objektif dalam pelaksanaan SPI Pendidikan 2026 demi menghasilkan potret kondisi pendidikan yang akurat.
Aries menegaskan bahwa kejujuran dalam pengisian survei memiliki dampak besar terhadap penyusunan kebijakan perbaikan di masa mendatang. Ia juga memastikan Dinas Pendidikan Jawa Timur siap bersinergi dengan KPK serta seluruh pemangku kebijakan dalam penguatan sistem pendidikan yang bersih dan bebas praktik koruptif.
Dengan adanya SPI Pendidikan, diharapkan terbentuk ekosistem pendidikan yang aman, transparan, dan terpercaya. Hasil survei juga diharapkan mendukung terwujudnya sistem pendidikan nasional yang bermutu tinggi dan berintegritas kuat dalam jangka panjang (sul)

