Pojokkiri.com

Eco Enzyme Nusantara Surabaya: Ajak Warga Tegalsari Surabaya Jaga Bumi Lewat Lubang Biopori

Team EEN Surabaya melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan di area Out Soerabaia Need Indie Bungker, Kelurahan Tegalsari, Surabaya.

Surabaya, Pojokkiri.comKetua Eco Enzyme Surabaya Christiany Tanzil bersama team berupaya menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan dengan mengolah sampah organik dengan bijak, Team Eco Enzyme Nusantara Surabaya melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan di area Out Soerabaia Need Indie Bungker, Kelurahan Tegalsari, Surabaya.

Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan lubang resapan biopori, sebagai salah satu solusi ramah lingkungan untuk menyuburkan tanah dan mengurangi sampah rumah tangga.

Ketua Eco Enzyme Nusantara Surabaya, Christiany Tanzil, menjelaskan manfaat besar dari lubang biopori bagi kesehatan tanah dan ekosistem sekitar.

“Lubang Resapan Biopori adalah lubang silindris buatan manusia yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan diisi bahan organik seperti sampah dapur, sampah kebun, dan material lainnya yang berasal dari alam,” tuturnya.

Lubang biopori bukan sekadar lubang biasa. Ia berperan penting dalam menghidupkan kembali tanah yang mulai kehilangan kesuburannya. Dengan diisi oleh bahan organik, lubang ini merangsang pertumbuhan organisme tanah yang bermanfaat, seperti cacing dan mikroba.

“Bahan organik memberi makanan bagi organisme penghuni tanah, sehingga mereka semakin banyak dan semakin aktif membuat biopori,” jelas Christiany, pada Sabtu (14/06/2025).

Di tengah kondisi tanah perkotaan yang kini banyak tertutup beton, metode ini menjadi sangat relevan. Ketika air hujan sulit meresap karena tanah tertutup bangunan atau mengeras, risiko banjir meningkat saat musim hujan, dan kekeringan muncul di musim kemarau karena air tanah berkurang drastis.

Gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah organik menjadi kompos melalui lubang biopori. Dengan begitu, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bisa ditekan secara signifikan.

Lubang resapan yang ditempatkan di sekitar taman atau tanaman mampu menjadi sumber karbon sekaligus sarana pengolahan alami bagi sampah kebun. Selain itu, inisiatif ini turut meringankan pekerjaan petugas kebersihan dan tukang kebun, karena pengolahan bisa dilakukan di tempat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen pemerintah Kecamatan Tegalsari. Hadir di antaranya: Camat Tegalsari, Drs. Kartika Indrayana, Kasie Pembangunan, Cahyono Budi Santoso, ST, Kasie Kesra dan Perekonomian, Kus Indriati, Spd Kasi Trantib, Imam Sopinoi, SAP dan Kasie Banetib, Moch. Imron, SM.

Kemudian Kasi Kesra, Atiyun Maja Indita, SAP Kasie Banetib Kelurahan Keputran, Bambang Sugiarto, SH, Kasie Banetib Kel. Wonorejo, Eko Sti Rejeki, Kasie Banetib Kel. Kedungdoro, Dicky Asprian, SSTP, Kasie Banetib Pr. Soetomo, Jainul Arifin, M.Si, dan Staf Kecamatan Tegalsari.

Tak ketinggalan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas lokal seperti Penggiat Eco Enzyme dari Kelurahan Tegalsari, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, serta Forum Anak Sehat (FAS) dan karang taruna tumas Hijau.

Gerakan ini menjadi simbol nyata bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya tugas pemerintah atau komunitas pecinta alam saja, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan langkah kecil seperti membuat lubang biopori, siapa pun bisa turut menjaga kelestarian bumi.

“Tanah yang kaya akan biopori akan kaya kehidupan,” pungkas Christiany Tanzil, mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan sejak dari rumah.

Sementara itu Camat Tegalsari Surabaya Drs. Kartika Indrayana mengapresiasi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Eco Enzym Nusantara Surabaya dalam pembuatan lubang penyerapan biopori yang ditanam di area Out Soerabaia Need Indie Bungker, Tegalsari, Surabaya.

Semangat Eco Enzyme Surabaya patut diapresiasi. Melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak besar, mereka mengajarkan masyarakat bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil: membuang sampah pada tempatnya dan mengolahnya kembali demi keberlanjutan bumi yang lestari (Sam)

Berita Terkait

Peringati Hari Bumi, Pasar Atum bersama Eco Enzyme Nusantara Surabaya Selamatkan Lebih dari Setengah Ton Sampah Organik

Gerakan Peduli Sampah dari Eco Enzyme Nusantara Surabaya Bersama Manajemen Pasar Atom

Ajak Siswa Olah Sampah, EEN Surabaya Adakan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di SMP N 53 Surabaya