Pojokkiri.com

Gerakan Peduli Sampah dari Eco Enzyme Nusantara Surabaya Bersama Manajemen Pasar Atom

Surabaya Pojokkiri.com — Upaya menyelamatkan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Kadang, langkah kecil yang konsisten justru mampu membawa dampak luar biasa. Hal inilah yang menjadi semangat utama dari Ketua Eco Enzyme Surabaya, Christiany Tanzil, bersama timnya saat melaksanakan kegiatan biopori di area Mall Pasar Atom Surabaya.

Dalam kegiatan yang sarat makna ini, Christiany mengungkapkan bahwa sumber sampah terbesar di area food court berasal dari sisa makanan dan minuman pengunjung.

“Tiap hari saya lihat itu mencapai minimal 40 kg per harinya. Kalau food court ramai bisa 60 kg atau lebih. Jadi tiap bulannya kalau dihitung bisa 1,2 sampai 1,5 ton. Bayangkan,” tutur Christiany, pada Senin (15/06/2025).

Volume sampah yang begitu besar tersebut menjadi pemicu Eco Enzyme Nusantara (EEN) Surabaya untuk bergerak. Mereka tidak hanya sekadar memilah sampah, tetapi juga melakukan langkah konkret dengan menghadirkan lubang biopori sebagai solusi pengolahan sampah organik.

Edukasi juga dilakukan kepada para petugas kebersihan (OB) di Pasar Atom. Kini mereka sudah terbiasa memisahkan sisa makanan dan minuman ke dalam dua wadah berbeda.

“Tiap troli sudah ada dua tong, satu untuk sisa makanan, satu lagi untuk zat cair dari minuman. Bila penuh, dimasukkan ke tong besar dan setelah food court tutup, dibawa ke lantai bawah untuk dimasukkan ke dalam biopori,” jelas Christiany.

Tak hanya itu, EEN Surabaya bersama pihak manajemen juga mendorong pemasangan lebih banyak lubang biopori, mengingat lubang biopori ukuran kecil tidak lagi mampu menampung sisa makanan harian.

“Biopori dulunya yang kecil 24 ternyata tidak muat, maka sekarang diganti semua yang besar. Ke depannya akan dipasang lagi, karena peresapan juga agak lambat,” tambahnya.

Edukasi kepada pengunjung juga dilakukan lewat stiker kampanye pemilahan sampah yang ditempel di berbagai titik. Stiker ini menjelaskan tiga jenis sampah: organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Selain itu, ada pula pesan moral yang ditulis dengan sederhana namun menyentuh: “Habiskanlah makananmu.” Tujuannya agar pengunjung lebih bijak dan tidak menyisakan makanan yang berpotensi menjadi limbah.

“Kami menghimbau pengunjung untuk menghabiskan makanan. Walaupun mereka beli, tapi jika tidak dihabiskan, bisa merusak lingkungan,” tegas Christiany.

Sementara itu Pihak manajemen Pasar Atom juga mendukung penuh program ini. Harapannya, area food court bisa menjadi ruang publik yang bersih, sehat, nyaman, dan tentunya lebih peduli terhadap lingkungan (Sam)

Berita Terkait

Eco Enzyme Nusantara Surabaya: Ajak Warga Tegalsari Surabaya Jaga Bumi Lewat Lubang Biopori

sukoto pojokkiri.com

Peringati Hari Bumi, Pasar Atum bersama Eco Enzyme Nusantara Surabaya Selamatkan Lebih dari Setengah Ton Sampah Organik