Pojokkiri.com

Fenomena Pil Koplo di Surabaya, Ancaman Nyata bagi Generasi Muda

Anggota DPD RI sekaligus aktivis pemerhati anak, Lia Istifhama

Surabaya Pojokkiri – Fenomena penyalahgunaan pil koplo di kalangan remaja kian mengkhawatirkan. Obat terlarang yang mudah didapat ini menjelma menjadi tren berbahaya, bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memicu lahirnya tindakan anarkis di ruang publik.

Kekhawatiran itu terbukti saat aksi demonstrasi di Surabaya beberapa waktu lalu berujung ricuh. Aparat menemukan fakta mengejutkan: sejumlah perusuh yang mayoritas masih remaja berada di bawah pengaruh pil koplo.

Obat keras tersebut dikonsumsi demi menambah keberanian dan menghilangkan rasa takut, namun justru menjadikan mereka bertindak brutal dan tak terkendali.

Suara Keprihatinan: Alarm Darurat untuk Generasi

Anggota DPD RI sekaligus aktivis pemerhati anak, Lia Istifhama, menyampaikan keprihatinan mendalamnya terhadap fenomena ini. Ia menilai peristiwa di Surabaya adalah “alarm darurat” yang menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

“Apa yang terjadi di Surabaya adalah puncak gunung es dari masalah yang jauh lebih besar. Penggunaan pil koplo bukan lagi sekadar kenakalan remaja, tetapi sebuah krisis sosial,” ujar Ning Lia, Selasa, 16 September 2025.

Menurutnya, remaja yang terjerat pil koplo sesungguhnya adalah korban dari banyak faktor: kurangnya pengawasan keluarga, minimnya ruang untuk aktivitas positif, serta masifnya peredaran obat ilegal yang dengan sengaja menyasar generasi muda.

Penegakan Hukum dan Upaya Preventif
Ning Lia menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap bandar dan pengedar harus menjadi prioritas. Namun ia juga mengingatkan bahwa solusi tidak boleh berhenti di sana.

“Penjara tidak akan cukup jika kita tidak memutus mata rantainya dari hulu. Keluarga harus menjadi benteng pertama dengan komunikasi yang terbuka,” ungkap Putri KH Maskur Hasyim itu.

Ia menambahkan bahwa sekolah wajib mengintegrasikan pendidikan bahaya narkoba secara intensif dan relevan, bukan hanya sekadar formalitas. Lebih jauh, pemerintah bersama masyarakat harus menciptakan wadah kegiatan positif yang terjangkau bagi remaja, agar energi mereka tersalurkan ke arah yang benar.

Mengubah Keprihatinan Menjadi Aksi
Fenomena pil koplo bukan sekadar isu kesehatan atau hukum, melainkan tantangan besar bagi masa depan bangsa. Ning Lia menegaskan bahwa menyelamatkan remaja dari jeratan pil koplo adalah tanggung jawab kolektif.

Sebelum semakin banyak generasi muda yang kehilangan arah, ia mengajak seluruh elemen bangsa mengubah keprihatinan menjadi aksi nyata yang terkoordinasi. Sebab, menyelamatkan generasi muda berarti menyelamatkan masa depan Indonesia (sul)

Berita Terkait

Eksepsi Ditolak, Sidang Bassis Band Boomerang Jalan Terus

aziz pojokkiri.com

Didukung Senator Lia Istifhama, Diplomasi Khofifah ke Tiongkok Dinilai Sentuh Akar Kesejahteraan Rakyat

Video Lia Istifhama Juara DPD Award 2025, Jatim Bangga