
Surabaya Pojokkiri.com – Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyoroti keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merealisasikan pokok-pokok pikiran (pokir) hasil reses anggota dewan.
Fraksi ini menegaskan bahwa aspirasi warga yang telah dihimpun melalui kegiatan reses tidak boleh berhenti pada tahap pencatatan semata, melainkan harus diwujudkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (13/10), juru bicara Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko menegaskan pentingnya percepatan tindak lanjut terhadap seluruh pokir yang telah disampaikan.
“Kami minta pokir-pokir yang diserap oleh anggota DPRD saat reses segera direalisasikan. Jangan sampai aspirasi masyarakat yang sudah diperjuangkan justru tertahan di meja birokrasi,” ujar Yona dengan tegas di hadapan forum paripurna yang juga dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya.
Menurut Yona, hingga kini sejumlah aspirasi masyarakat hasil reses belum menunjukkan kemajuan yang signifikan di lapangan. Padahal, pokir merupakan instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pokir bukan sekadar daftar keinginan anggota dewan, tapi hasil langsung dari dialog dengan masyarakat. Kalau tidak direalisasikan, artinya suara warga diabaikan,” tegasnya.
Yona menambahkan, program-program hasil reses seharusnya menjadi pijakan utama bagi Pemkot dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berkeadilan dan tepat sasaran. Ia menilai, keterlambatan dalam merealisasikan pokir sama saja dengan menunda manfaat yang seharusnya sudah bisa dirasakan oleh warga.
Dalam kesempatan yang sama, Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih konkret dan transparan antara legislatif dan eksekutif. Menurut mereka, pembangunan kota hanya akan berjalan optimal apabila kedua lembaga ini memiliki visi yang sejalan dan saling mendukung dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.
“Kami berharap Pemkot Surabaya dapat menindaklanjuti setiap masukan yang telah disampaikan. Komunikasi yang terbuka antara dewan dan pemerintah kota akan mempercepat proses pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Yona.
Dengan pernyataan tegas ini, Fraksi Gerindra menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi masyarakat sekaligus pengawas jalannya pemerintahan daerah. Komitmen mereka adalah memastikan setiap suara warga tidak hanya terdengar, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata oleh Pemkot Surabaya (sul).

