Pojokkiri.com

Jalur Pacet-Cangar Dibuka Terbatas, Siadi: Perekonomian Masyarakat Bisa Pulih

Surabaya, Pojokkiri.com –

Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Siadi berharap, dengan dibukanya Jalan Sumber Brantas, Jalur Pacet-Cangar yang sempat terdampak longsor pada 3 April lalu bisa kembali meningkatkan perekonomian masyarakat yang sempat terganggu atas peristiwa longsornya tersebut.

“Tentunya perekonomian masyarakat lokal terutamanya bisa hidup kembali. Semua tahu kalau di wilayah tersebut sering menjadi jalur transportasi petani setempat,” jelas politisi Golkar ini, Senin (5/5/2025).

Siadi mengatakan, sebelum dibuka secara resmi, sudah dilakukan ujicoba terlebih dahulu oleh pihak-pihak terkait. “Sudah dilakukan uji coba untuk memastikan kelayakan jalannya bagi masyarakat umum,” terangnya.

Meski sudah dibuka, lanjut Siadi, di jalan tersebut tidak dibuka secara keseluruhan. “Pembukaan terbatas adalah pembukaan pada waktu-waktu tertentu. Yaitu dimulai Pukul 05.00 hingga 18.00 WIB. Selain itu, jika terjadi cuaca ekstrem, seperti, hujan deras dan angin kencang, maka akan menerapkan sistem buka tutup. Yang penting diutamakan keselamatan terlebih dahulu, ” tandasnya.

Sekedar diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Jalan Sumber Brantas, Jalur Pacet-Cangar yang sempat terdampak longsor pada 3 April lalu mulai dibuka secara terbatas pada Rabu (23/4/2025).

Kepastian ini didapatkan setelah tim gabungan yang dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Anggota Komisi E DPRD Jatim Suwandi Firdaus bersama perangkat daerah terkait melakukan evaluasi dan peninjauan ke bekas lokasi longsor di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (21/4/2025) lalu.

“Alhamdulillah, Pemprov Jatim terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat pengguna jalan Jalur Pacet-Cangar. Perlahan tapi pasti penanganan diselesaikan,” kata Gubernur Khofifah di sela kunjungan kerjanya di Kota Ambon pada Rabu pagi ini (23/4/2025).

Selain perbaikan akses jalan, Gubernur Khofifah juga mengatakan bahwa perbaikan irigasi terbuka yang berada di atas mahkota longsoran tengah dalam proses pengerjaan.

Rencananya jalur irigasi sepanjang 50 meter, akan diubah menjadi sistem irigasi tertutup dengan menggunakan pipa berdiameter 16 dim.

“Saluran irigasi itu cukup penting karena mengaliri sekitar 50 hektare sawah di kawasan Pacet. Pipanisasi ini nanti akan dilaksanakan Tim BPBD Jatim bersama Tahura R Soerjo dan melibatkan masyarakat setempat,” kata Khofifah.

Tak hanya itu saja, Gubernur Khofifah juga memastikan pengerjaan tebing bekas longsor masih berlangsung. Saat ini perkembangan pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pemasangan trap bambu terasiring yang segera rampung dalam waktu dekat.

“Progress TPT dan saluran air sudah mencapai 100 persen, untuk trucuk bambu 98 persen,” katanya.

Rencananya, setelah penanganan lanjutan, mulai dari pengerjaan TPT bagian bawah (sisi timur jalan), peningkatan badan jalan, pengerjaan pipanisasi hingga perapian secara menyeluruh, akses jalur Pacet Cangar-Pacet akan dibuka secara penuh.

“Jadi di tengah pembukaan jalur secara terbatas hari ini, masih ada pengerjaan selama sepekan ini, mulai dari pipanisasi, penanaman bibit tanaman vertiver di terasiring dan pemasangan EWS permanen di atas mahkota longsoran. Termasuk penebalan aspal yang estimasi waktunya sebulan,” terang Khofifah. (wan)

Berita Terkait

Masih Kekeringan, Puskesmas dan Sekolah di Kabupaten Malang Butuh Air Bersih

Politisi Golkar: Optimalkan Industri Batik 

adminkiri01

Rumah Subsidi untuk Tukang Bakso Dan Penjual Sayur, Inilah Cara Pemerintah Sejahterakan Rakyat