
Lamongan, Pojok Kiri.com- M.Hamzaid, S.Pd, adalah seorang polisi yang ramah dan penuh dedikasi. Masuk anggota Polri sejak lulus SMA Tahun 1996, setelah melewati tiga tahun yang penuh perjuangan di bangku SMA.
Alumni SMA Wachid Hasim Parengan, Maduran, Lamongan ini di akhir sekolah sudah mengikuti tes masuk Polri, ketika dinyatakan lulus, ia langsung mengikuti pendidikan kepolisian di SPN Karombasan Manado, Sulawesi Utara.
Setelah lulus di SPN Karombasan Manado, pria kelahiran 1977 ini ditempatkan di Pusdik Brimob Polri Watu Kosek Pasuruan.
Ia bertugas di sana hingga tahun 2005. Tak berselang lama bapak dua putra dan satu istri ini dipindah tugaskan ke tanah kelahirannya di Lamongan dan berdinas dibeberapa Polsek di Mapolres Lamongan.
Tercatat ia pernah berdinas di Polsek Sukodadi, Polsek Pucuk, Polsek Brondong, Polsek Laren dan terakhir di Polsek Selokuro menjabat Kanit Intelkam selama 10 tahun.
Setelah 10 tahun menjalankan tugas sebagai Kanit Intelkam Polsek Selokuro, M.Hamzaid mendapatkan promosi mengikuti Pendidikan Sekolah Perwira Alih Golongan (PAG) pada Tahun 2023.
Setelah lulus PAG, ia dipercayakan menjabat sebagai Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lamongan. Hamzaid juga pernah kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur.
Lebih lanjut perwira dengan pangkat satu balok di pundaknya ini memberikan keterangan, sebagai Kasi Humas, pihaknya menganggap media adalah bagian dari keluarga besar Polres Lamongan.
“Komunikasi baik dengan awak media dan pegiat medsos membantu kepolisian khususnya Polres Lamongan dalam hal publikasi terkait kegiatan maupun sosialisasi yang bisa disampaikan ke masyarakat, ” jelasnya.
Terutama informasi yang paling penting yakni pemberitan hoax. Pasalnya, informasi bohong dapat menimbulkan persepsi maupun opini negative. Misalnya, provokasi dan agitasi yang menimbulkan kebencian di tengah masyarakat.
“Melalui media kami ingin mengajak masyarakat berpikir sebelum berbagi informasi, jangan mudah percaya, perhatikan judul dan isi, cek alamat sumber berita, bandingkan informasi, periksa tanggalnya dan cek kontennya. Tujuannya masyarakat tidak mudah percaya dengan berita bohong,”kata Ipda M.Hamzaid yang tinggal di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan itu.
Pada prinsipnya, lanjut Hamzaid jalinan komunikasi dan sinergitas yang sudah terbentuk selama ini harus kita jaga bersama, kita semua saling membutuhkan dan saya harap rekan-rekan jangan sungkan sungkan untuk koordinasi, ada yang perlu disampaikan hubungi saja, karena media merupakan mitra kami.(lut)

