
Surabaya Pojokkiri.com – Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Loak Surabaya, H. Muhafi, mendatangi kantor PD Pasar Surya di Manyar, Surabaya. Dalam kunjungannya, ia bersama sejumlah pedagang menyampaikan rentetan keluhan yang sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan solusi. Padahal, para pedagang tetap diwajibkan memenuhi kewajiban administratif seperti pembayaran retribusi dan menjaga ketertiban.
Sesuai arahan Walikota Surabaya Eri Cahyadi kami ingin meciptakan pasar yang aman kondusif dan meningkatkan UMKM, kemudian mendukung pasar tertib administrasi dan tertib peraturan hukum.
“Tuntutan kami sudah disampaikan, ada kurang lebih 13 item. Kami pedagang dipaksa harus memenuhi kewajiban, tetapi hak kami tidak dipenuhi oleh PD Pasar Surya,” tutur H. Muhafi dengan nada kecewa, pada Senin (30/06).
Muhafi panggilan akrabnya menjelaskan bahwa selain minimnya penerangan dan buruknya saluran air yang menyebabkan genangan, sistem pembayaran retribusi juga tidak transparan. Para pedagang mengaku membayar sesuai ketentuan, namun dana tidak sampai ke kas resmi.
“Pedagang disuruh bayar ke bank, tapi dilarang. Akhirnya bayar ke pegawai resmi pasar. Tapi uangnya tidak tahu ke mana,” ucapnya lagi.
Pasar seluas 12 hektar itu disebut hanya memiliki penerangan 10 persen dari luas area. Selain itu, keterlambatan pencetakan buku retribusi dan tidak adanya sistem digitalisasi membuat pengelolaan pasar kian tidak efisien dan rentan penyelewengan.
Menurut Muhafi, para pedagang telah mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah untuk proses penertiban dan administrasi sejak 2023. Namun, tidak ada perbaikan signifikan dari pihak PD Pasar Surya. Bahkan, mereka mempertimbangkan untuk mengambil aset secara mandiri sebagai bentuk protes.
“Kalau tanggal 1 tidak ada realisasi, kami akan kembali membawa massa yang lebih besar. Kami bisa ambil aset disini seperti AC, kursi, meja karena uang pedagang hilang,” tegas Muhafi.
Pedagang Tuntut Profesionalisme dan Akuntabilitas
Muhafi juga menyoroti praktik kolusi dan korupsi dalam tubuh PD Pasar Surya yang merugikan ribuan pedagang, terutama warga Madura yang sudah menetap lama di Surabaya.
“Kami cuma minta profesionalisme. Kami 3.500 pedagang. Tinggal dihitung saja berapa uang yang masuk ke pusat, dan berapa yang hilang. Kami warga Madura taat hukum, tapi kami juga butuh keadilan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris PD Pasar Surya, Yayuk, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan para pedagang ke direksi. Ia mengakui bahwa koordinasi antara unit pasar dan pusat masih lemah dan menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan penanganan.
“Kita terima saja karena pedagang di lapangan lebih tahu kondisinya. Kita bukan direksi, hanya bisa teruskan. Nanti kami sampaikan ke atasan,” kata Yayuk saat ditemui di kantor PD Pasar Surya Manyar.
Yayuk juga menyebut bahwa pihaknya sempat melakukan normalisasi saluran saat proses pembangunan di Pasar Dupak Rukun. Namun, pelaksanaannya dinilai belum maksimal. Soal dana retribusi yang tidak sampai, ia menegaskan akan dilakukan tindak lanjut ke unit pasar terkait.
“Kalau masalah dana retribusi yang hilang, laporan baru secara lisan. Nanti akan kita tindak lanjuti lebih jauh,” tuturnya (Sam)

