Pojokkiri.com

Ketua Yayasan Terkejut, Oknum Guru Kampanyekan Paslon Pilkada di TK-PAUD Al Hidayah Pokaan

Foto : H. Imron Rosyidi Ketua Yayasan Baitul Muttaqin TK-PAUD Al Hidayah Pokaan, Situbondo, Jawa Timur

 

Situbondo, Pojok Kiri
H. Imron Rosyidi Ketua Yayasan Baitul Muttaqin yang menaungi TK-PAUD Al Hidayah Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo terkejut atas insiden ajang kampanye secara terselubung dari salah satu paslon yang dilakukan oleh oknum guru di lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu di luar dugaannya dan terjadi secara tiba-tiba by accident. ” Atas insiden yang terjadi pada tanggal 1 kemarin (Jumat) saya benar-benar di luar dugaan saya, anggap saja itu peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba by accident. Cuma, yang lalu kemudian saya menjadi sedikit terkejut karena di lembaga kami, kami sebagai ketua yayasan di situ seolah-olah dari kasat mata ada ajang kampanye secara terselubung dari salah satu paslon yang sesungguhnya sangat tidak layak, tidak pantas lembaga pendidikan aset pemerintah dan tempat lainnya seperti tempat peribadatan, sudah nyata-nyata dalam Undang-undang Pemilu dilarang. Itu sebabnya, saya saya sangat prihatin terhadap insiden yang terjadi kepada salah satu guru yang sekarang viral di media sosial, “ujarnya kepada Pojok Kiri, Minggu, (3/11/2024).

H. Imron sapaan akrab pria yang bertempat tinggal di Desa Pokaan itu, mengatakan jika yang melakukan kampanye terselubung itu adalah oknum guru. Dia, juga berharap kejadian itu tidak terjadi di lembaga-lembaga lainnya dan cukup terjadi di Desa Pokaan saja.

” Saya anggap itu oknum, mudah-mudahan tidak terjadi pada lembaga -lembaga lain. Cukuplah di Desa Pokaan itu yang terlanjur jatuh menabrak Undang-Undang Pemilu mudah-mudahan di lembaga lain tidak terjadi, “katanya.

Selain itu, H. Imron juga menceritakan bahwa TK-PAUD Al Hidayah Pokaan adalah lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Baitul Muttaqin itu, merupakan lembaga warisan turun temurun dari keluarga besarnya yang hingga saat ini berdiri kokoh dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat, khususnya bagi para generasi penerus Bangsa yang berada di Desa Pokaan. Lembaga pendidikan itulah, yang menjadi wadah bagi anak-anak mulai usia dini yang dijadikan tempat belajar untuk menuntut ilmu.

“Ini sesungguhnya lembaga warisan para sesepuh saya, dengan susah payah mereka berkeringat untuk bisa mengakomodir anak-anak yang harus dikasih pendidikan sejak dini, ” terangnya.

Namun, kata H. Imron ketika viral dan terjadi adanya insiden tersebut yang terjadi adalah something long ( sesuatu yang panjang) ada satu pemahaman terhadap apa yang mestinya dirawat oleh para leluhurnya.

” Jadi terhadap peristiwa yang terjadi di madrasah atau di lembaga pendidikan PAUD atau KB Al Hidayah ini, saya tidak boleh bersembunyi karena lebih dulu viral dan ini saya dengar per detik ini sudah dianggap bukan lagi laporan masalahnya. Coba laporan, barangkali saya bisa melakukan pendekatan untuk diambil kebijakan secara internal tetapi karena ini temuan Panwascam, ya nanti peraturan hukum Pemilu yang berbicara saya tidak tahu bagaimana tindaklanjutnya, “ucapnya.

Sementara itu, H. Imron juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya kepada para pemangku pendidikan, wali murid, wali santri atas keteledorannya atas peristiwa yang telah terjadi.

” Sekali lagi, terutama kepada para pemangku pendidikan, kepada para simpatisan, kepada wali santri dan wali murid semuanya. Saya atas nama ketua yayasan mohon maaf atas keteledoran saya dari peristiwa yang terjadi di TK atau PAUD Al Hidayah, ” pintanya.

Dalam berbagai pemberitaan yang tersebar di media sosial, diduga sebanyak tujuh guru TK-PAUD Al Hidayah Desa Pokaan, terlihat membagikan kaos bergambar pasangan calon nomor urut 2 Karna-Khoirani. Tak hanya itu saja , mereka para oknum guru juga memakai kaos pasangan petahana Karunia dan membagikan amplop berisi uang kepada oknum guru lainnya. Aksi tersebut viral tersebar di media sosial dengan video berdurasi sekitar satu menit-an.

Sementara itu Panwascam Kapongan hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait adanya temuan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru TK-PAUD Al Hidayah Pokaan. (Bersambung/Inul)