Pojokkiri.com

Kreator Konten “Pocong” Asal Lamongan Ini Ternyata Punya Cita-Cita Jadi Polisi

 

MAB (ketiga dari Kiri) memegang barang bukti untuk konten pocongnya.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Niat hati hanya ingin iseng, video konten pocong buatan dua remaja di Gang Kaligunting, RT 03 RW 02, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Lamongan, justru berujung ke ranah Restorative justice. Video tersebut viral di media sosial dan gegerkan jagat maya se-Indonesia.

Kreator video tersebut diketahui berinisial MAB (16), seorang pelajar kelas 10 di salah satu SMK yang berada di wilayah jantung Kota Lamongan. Didampingi petugas, MAB hanya bisa tertunduk lesu saat memberikan keterangan di kepada Petugas Bhabinkamtibmas Polres Lamongan.

Di hadapan anggota Bhabinkamtibmas Polres Lamongan, MAB membeberkan awal mula pembuatan video horor tiruan tersebut:

Video diambil dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.Kejadian berlangsung setelah para pelaku selesai bermain futsal.Video awalnya hanya diunggah sebagai status WhatsApp (WA) pribadi.

MAB mengaku terkejut dan tidak menyangka video privat tersebut bisa bocor dan disebarluaskan oleh pihak lain.

“Saya tidak tahu kok sampai status WA saya kesebar ke media sosial,” ujar MAB dengan suara bergetar penuh penyesalan.

MAB menegaskan bahwa aksi pembuatan pocong tiruan ini tidak memiliki tujuan kriminal atau niat buruk lainnya. Ia murni hanya ingin menjahili lingkaran pertemuannya sendiri.

“Tidak ada motif lain dalam pembuatan video ini, hanya iseng saja untuk menakuti temannya,” tambahnya sembari menahan rasa takut akibat dampak viralnya video tersebut.

Bercita-cita Menjadi Polisi

Momen haru sekaligus menarik perhatian terjadi di sela-sela pemeriksaan. Saat ditanya oleh petugas mengenai rencana masa depannya setelah lulus sekolah nanti, remaja ini spontan menjawab dengan tegas.

“Ingin jadi polisi,” pungkas MAB dengan suara parau menahan tangis.

Kasus ini kini menjadi pelajaran bagi para remaja di Lamongan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri