
Lamongan, Pojokkiri.com-Kabar mengenai potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Lamongan sempat menjadi perbincangan hangat warga Lamongan lima tahun lalu. Namun, kegiatan eksplorasi yang berpusat di wilayah Desa Canggah dan Desa Beru akhirnya menemui jalan buntu.
Sumur Kasuari Emas (KSE-001) yang berlokasi di wilayah administrasi Kecamatan Sarirejo dan berbatasan dengan Kecamatan Tikung itu resmi dinyatakan nihil atau dry hole (kering).
Proyek eksplorasi ini sebelumnya digarap oleh Pertamina EP di bawah koordinasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Rangkaian kegiatan operasional telah dimulai sejak Agustus 2021, diawali dengan sosialisasi kepada warga setempat di Balai Desa Canggah dan Desa Beru.
Proses tajak atau pengeboran perdana sumur Kasuari Emas mulai berjalan pada Oktober 2021. Tim di lapangan melakukan pengeboran hingga mencapai kedalaman target sekitar 1.270 meter di bawah permukaan tanah untuk mencari potensi cadangan hidrokarbon.
Sayangnya, harapan untuk menemukan cadangan migas baru di bumi Lamongan harus kandas. Pada akhir November 2021, pihak SKK Migas secara resmi mengumumkan hasil akhir bahwa sumur KSE-001 berstatus dry hole. Struktur batuan di dalam sumur tersebut terbukti tidak mengandung cadangan minyak atau gas bumi yang bernilai ekonomis untuk dikembangkan lebih lanjut.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

