
Lamongan, Pojok Kiri.com-Ribuan pekerja di Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lamongan dilingkupi rasa cemas. Mereka khawatir akan menghadapi pemutusan kontrak kerja apabila program bentukan pemerintah tersebut dihentikan.
Mendengar kekhawatiran tersebut, wartawan Harian Pagi Pojok Kiri langsung mengonfirmasi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan, Mokhammad Zamroni, S.Sos., M.Si., pada Selasa (23/6).
Zamroni menjelaskan bahwa status para pekerja di dapur gizi tersebut merupakan pekerja waktu tertentu atau tidak penuh.
“Pekerja Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan pekerja paruh waktu,” tandas Zamroni.
Mengingat besarnya dampak program ini terhadap pengurangan angka pengangguran, Zamroni sangat berharap agar program ini tidak disetop oleh pemerintah. Menurutnya, keberadaan dapur pemenuhan gizi ini memberikan dampak positif yang nyata bagi ketersediaan lapangan kerja lokal.
“Semoga program ini tidak dihentikan. Karena menurut kami, program MBG ini bisa menyerap tenaga kerja banyak,” tambahnya.
Meski menyangkut nasib ribuan tenaga kerja, Zamroni menegaskan bahwa regulasi operasional harian dapur gizi berada di bawah kewenangan BGN Badan Gizi Nasional,”pungkas Zamroni dengan ramah mengakhiri wawancara dengan Pojok Kiri.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

