
Lamongan, Pojokkiri.com-Pemerintah Kabupaten Lamongan bersiap merealisasikan proyek infrastruktur besar pada pertengahan tahun 2026 ini. Sebanyak 15 titik jalan baru dalam program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) akan mulai ditenderkan pada Juni dan Juli mendatang dengan estimasi anggaran mencapai Rp100 miliar.
Bupati Lamongan, Yuhrohnur Efendi, menyatakan bahwa seluruh pengerjaan 15 titik jalan baru tersebut akan menggunakan metode cor beton bertulang (memakai rangka besi). Sistem ini sengaja dipilih untuk memastikan ketahanan fisik jalan agar bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Menariknya, saat dikonfirmasi apakah konsep pembangunan jalan raya ini mengadopsi gaya ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), Bupati Yuhrohnur memberikan respons positif. Dirinya mengangguk membenarkan hal tersebut saat ditemui di Pendopo Kabupaten Lamongan, Kamis (28/5).
Guna melihat langsung kualitas proyek yang sudah berjalan, wartawan Koran Harian Pagi Pojok Kiri melakukan pengukuran acak di dua ruas jalan beton yang baru selesai dibangun.
Berdasarkan hasil pengukuran manual menggunakan penggaris, berikut detail ketebalan cor di dua lokasi tersebut.
Depan Pasar Sidoharjo (Sisi Barat), ketinggian cor mencapai sekitar 15 centimeter. Jalan ini tercatat sudah selesai dibangun dan dioperasikan sekitar lima bulan lalu.
Jalan Sumargo Nomor 59, ketinggian cor berada di angka 15 centimeter. Jalur ini tergolong sangat baru karena belum genap satu bulan selesai pengerjaan.
Secara kasat mata, pengerjaan proyek di kedua jalan tersebut dinilai lumayan bagus. Selama proses pembangunan, kedua rute ini dipantau ketat karena menjadi jalur perlintasan harian wartawan media ini saat pergi dan pulang bekerja.
Dalam pantauan berkala tersebut, material cor tampak diperkuat dengan rangka besi berukuran lumayan besar. Secara estimasi awal, kombinasi beton dan besi ini diprediksi membuat daya tahan jalan menjadi kuat dan tahan lama.
Meski demikian, karena usia kedua ruas jalan tersebut masih relatif seumur jagung, kualitas aslinya belum bisa disimpulkan secara mutlak. Kuat atau tidaknya proyek infrastruktur kebanggaan Lamongan ini secara jangka panjang masih harus dibuktikan oleh waktu dan intensitas kendaraan yang melintas.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

