
Situbondo,pojokkiri.com
Pengacara Ricky Ricardo H Alen, menyebut menghina bupati adalah dosa besar bisa masuk neraka. Hal ini juga termaktub dalam Al-Quran surah Al -Hujurat ayat 11. Yang intinya melarang untuk mengolok-mengolok (menghina) sesama ummat manusia. Dalam hukum positif, penghinaan dengan ujaran kebencian, menurutnya juga termasuk tindakan melawan hukum yang sanksinya adalah penjara.
“Iya menghina bupati ya bisa masuk neraka, karena merupakan dosa besar. Menghina bupati juga termasuk tindak pidana, dalam islam juga tidak dibenarkan haram hukumnya, ” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Ia, menerangkan bahwa perbuatan menghina bisa menyebabkan seseoran masuk neraka. Sebab, dalam ajaran Islam, menghina atau merendahkan sesama manusia merupakan dosa besar karena termasuk bentuk kezaliman dan kesombongan. Tindakan ini, kata dia tidak hanya menyakiti hati orang lain, tetapi juga mengikis pahala amal kebaikan pelakunya di akhirat kelak.
“Allah SWT secara tegas melarang perbuatan mencela dan mengolok-olok melalui firman-nya. Surah Al-Humazah, juga menerangkan yang artinya celakalah bagi pengumpat lagi pencela. Kata “celaka” dalam ayat ini sering dimaknai oleh para ahli tafsir sebagai sebuah lembah atau siksaan yang sangat pedih di dalam neraka jahannam, bagi mereka yang suka mencaci-maki, ” terangnya.
Sementara itu, Ricky sapaan akrab pengacara berdarah Belanda ini, berharap kepada masyarakat untuk tidak menghina satu sama lainnya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
“Menghina bupati bisa masuk neraka, menghina sesama juga bisa masuk neraka dan dipenjara. Mari kita berhati-hati utamanya dalam menggunakan media sosial, agar tidak sembarangan. Gunakan dengan baik dan beretika, ” pungkasnya.
Surat Al-Hujurat Ayat 11 berbunyi, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْأَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْإِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok).(Inul)

