
Gresik, pojokkiri.com
Bertempat di Desa Sooko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau yang akrab di sapa Gus Yani bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah yang biasa di panggil Bu Min, bersama rombongan dengan Habitat for Humanity Indonesia pelaksanaan pembukaan program Habitat for Humanity yang merupakan program Penyediaan Rumah Layak Huni, Penyediaan Akses Air Bersih, Pelatihan Sektor Air Minum dan Sanitasi serta Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Rabu (8/5/2024) malam.
Dalan acara tersebut diawali dengan kunjungan lapangan ke MTs. Maulana Malik Ibrahim yang merupakan penerima program Digital Library dan kunjungan ke penerima bantuan instalasi air bersih serta Pembangunan rumah.
Berikutnya adalah pidato kunci dari Susanto selaku Direktur Nasional Habitat for Humanity dan Paparan Rencana Program Tahun 2024 – 2025 serta sambutan dan arahan oleh Bupati Gresik.
Sesuai dengan Undang – Undang Dasar Pasal 28 H ayat 1 bahwa Setiap orang berhak hidup Sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan, hal tersebut juga dikuatkan oleh Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 40 bahwa “Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang layak”.
Program Habitat for Humanity Indonesia ini dimulai pada tahun 2015 di Kecamatan Wringinanom yang terletak di wilayah Gresik Selatan dengan capaian program, yaitu toilet keluarga sebanyak 284 unit, Rumah Layak Huni – Bangunan Baru 377 unit, Rumah Layak Huni – Renovasi sebanyak 2, Toilet Sekolah 1 unit, Sumur Dangkal 60 unit, Posyandu 2 unit, Pelatihan PHBS 520 orang, Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga 425 orang, Pelatihan Rumah Sehat dan Konstruksi Dasar 628 orang, Pelatihan Mitigasi Bencana 120 orang, Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi sebanyak 180 orang.
Namun, saat ini kita masih memiliki banyak permasalahan pada sektor Perumahan dan Kawasan Permukiman meliputi Rumah tidak layak huni, permukiman kumuh, Backlog perumahan, sanitasi dan air minum yang belum sepenuhnya mencapai kondisi aman, serta permasalahan persampahan yang saat ini masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah.
Dengan kolaborasi program antar stakeholder akan mempercepat pencapaian target – target pada sektor Perumahan dan Kawasan Permukiman. Demikian pernyataan Bupati Gresik dalam sambutan dan arahannya.
“Menyikapi sektor pemukiman yang menjadi salah satu faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan primer mendorong Habitat for Humanity Indonesia untuk terus melanjutkan tantangan ini. Selain itu layanan dasar seperti sanitasi dan ketersediaan akses air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah juga menjadi perhatian kami.
Harapan kami ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan yang inklusif dalam meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkap Susanto, Nasional Direktor Habitat for Humanity Indonesia.
Secara khusus, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) yang hadir bersama Wabup Hj. Aminatun Habibah (Bu Min) dan Ketua DPRD Gresik H Much Abdul Qodir serta sejumlah anggota dewan, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam melaksanakan program pengentasan permukiman kumuh ini.
“Terima kasih kepada Habitat for Humanity Indonesia yang fokus melaksanakan pembangunan di Gresik Selatan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Pemkab Gresik juga akan fokus melaksanakan pembangunan di wilayah Gresik Utara.
Semua ini kita lakukan demi mewujudkan Gresik semakin baik dan masyarakat kian sejahtera,” tandas Gus Yani yang turut didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Camat Wringinanom.
Untuk diketahui, Rencana Program Habitat for Humanity Indonesia Tahun 2024 – 2025 yang berlokasi di Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Benjeng, yaitu :
1. Pembangunan Rumah Layak Huni – Bangunan Baru sebanyak 100 Unit;
2. Pembangunan Rumah Layak Huni.
3. Renovasi sebanyak 20 unit.
4. Pembangunan Toilet Keluarga sejumlah 20 unit.
5. Pembangunan Balai Pertemuan – Renovasi sebanyak 12 unit.
6. Pembangunan Sumur Dangkal 75 Unit
7. Pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebanyak 1.500 orang; dan
Pelatihan Rumah Sehat & Konstruksi Dasar sebanyak 200 orang. Tambahnya. (Dyo)

