
Asahan, Pojokkiri.com.-
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) lV Regional ll Kebun Air Batu adalah perusahaan perkebunan plat merah (BUMN) yang berada di wilayah Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Kebun Air Batu terdiri dari 9 Afdeling, 6 Afdeling di Kecamatan Air Batu, 3 Afdeling di Kecamatan Tinggi Raja yang mengelola komoditi sawit.
Palm Co selaku subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN lll ( Persero ) fokus pada Kelapa Sawit. Palm Co jelas bertujuan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia, dan berharap menjadi penyumbang APBN dari sektor perkebunan, maka Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang diberikan harus amanah menjalankan organisasi perusahaan harus benar-benar serius dalam mengelola aset negara serta mencapai target RKAP ( Rencana Kerja Anggaran Perusahaan ).
Hasil tandan buah segar (TBS) tidak maksimal bukan saja akibat peremajaan tanaman (replanting), perawatan dan pengawasan maksimal juga menjadi kunci keberhasilan tanaman sawit menghasilkan TBS sesuai yang diharapkan.
Seperti yang terjadi di kebun kelapa sawit milik PTPN lV Regional ll Kebun Air Batu. Terlihat tandan buah segar (TBS) diduga terbuang sia-sia karena faktor kelalaian Manager, Askep, dan Asisten yang bekerja kurang baik, sehingga TBS banyak tidak diangkat ke TPH ( Tempat Pengumpulan Hasil ) di Blok : E Afdeling Vl Kebun Air Batu. Ini menjadi kekhawatiran tidak seriusnya karyawan pimpinan di Kebun Air Batu dalam mengelola aset negara.
Ketua DPP Lembaga Pengawas Perkebunan Negara ( MPPN ), Ilham Juanda menyayangkan kelalaian pihak PTPN lV Regional ll Kebun Air Batu, yang terjadi di Afdeling Vl Kebun Air Batu. Ini bukti yang jelas dan nyata karyawan pimpinan tidak bekerja profesional.
“Hasil dari kebun kelapa sawit yang dihasilkan milik PTPN lV Regional ll Kebun Air Batu terbuang sia-sia karena ketidakseriusan karyawan pimpinan di Kebun Air Batu, khususnya, di Afdeling Vl. Kalau tidak bisa bekerja lebih baik mundur dari jabatan,” terang Ilham Juanda.
Sambung Ilham Juanda, “Kami sudah melakukan investigasi ke lapangan untuk melihat langsung. Cukup miris, kami melihat kinerja karyawan dan pimpinan di Kebun Air Batu banyak TBS berserakan sudah restan tidak diangkut ke TPH dan pelepah berserak tidak dikumpul serta perawatan yang diduga tidak dilakukan.
Padahal, perusahaan menganggarkan perawatan, heran bagaimana SOP panen dan bagaimana pengelolaan anggaran perawatan di Kebun Air Batu. Kami bisa menduga karyawan dan pimpinannya ikut cari keuntungan dalam proyek-proyek yang ada di Kebun Air Batu.”
Direktur SDM Palmco Suhendri, Sevp Operation ll PTPN lV Regional ll Dedy Gurning, Komisaris PTPN lV Palm Co Bapak Arief Budiono dan Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Bapak Ais Mahmudi saat dikonfirmasi mengenai buruknya sistem management dalam mengelola produksi di Kebun Air Batu mengatakan,” Terima kasih Infonya Bang, akan kami cek.” ( Ilm )

