Pojokkiri.com

Visa Hangus, Jamaah Umrah PCNU Situbondo Kembali Parkir di Malaysia dan Bangkok

Foto/Istimewa : Jamaah Umrah PCNU Situbondo saat di Bandara Malaysia

Situbondo, Pojok Kiri
Sebagian jamaah umrah PCNU Situbondo hingga saat ini belum tiba di tanah suci Mekkah-Madina. Mereka dikabarkan, masih parkir di negara Malaysia dan Bangkok. Parahnya lagi,  ada jamaah yang menyerah untuk pulang dari Bangkok karena tiket hangus dan ketinggalan pesawat. Sabtu, (18/1/2025)

Sebagai tamu Allah, mereka memilih bersabar dan berharap segera diberangkatkan ke tanah suci untuk menjalankan ibadahnya.

Sumber menceritakan, jika ia hari ini Sabtu (18/1) baru akan diberangkatkan menuju Bangkok dari Bandara Malaysia. Mereka tidak tahu lamanya transit di negara orang tersebut.

” Orang tua saya ini dari kemarin sepertinya kadang takut mau menginformasikan atau memberitahukan. Yang ia mau hanya bisa berangkat yang penting berangkat, makanya kami mau laporan kami ditahan dengan orang tua mereka takut malah tidak diberangkatkan kalau sering ngasih informasi, “ujar salah satu keluarga jamaah umrah kepada Pojok kiri.

” Iya mas di Malaysia, ini menuju Bangkok entah berapa lamanya. Diberangkatkan PCNU Situbondo dan PT Mahabbah Fairuzal Wisata tidak ada persiapan, “katanya.

Selain itu, keluarga jamaah umrah tersebut meminta kepada Kemenag turun menyelesaikan persoalan ini, meski pihaknya belum menerima pengaduan.

” Asalkan Kemenag tidak pilih lawan sekalipun itu PCNU. Ini bukan PCNU yang salah tapi pengurusnya mungkin ada yang bermasalah. Ini juga ada yang ingin pulang karena sudah menyerah, tiket hangus dan ketinggalan pesawat “terangnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua PCNU Situbondo KH. Muhyiddin Khatib buka suara dan membantah adanya penelantaran jamaah umrah dari Situbondo di Jakarta. Ia, mengaku jamaah umrah sudah diberangkatkan semua dengan berangsur.

” Sekarang sudah berangkat semua mas alhamdulillah ya, ini apa namanya kemarin ada beberapa yang ketinggalan karena faktor administrasi visa dan tiket. Sehingga, terjadi keterlambatan karena menunggu visanya. Sehingga, diangkut (diberangkatkan) secara berangsur, ” ujarnya kepada Pojok Kiri melalui telepon selulernya. Kamis, (16/1/2025)

Keterlambatan pemberangkatan terjadi, salah satunya karena visa dinyatakan hangus oleh maskapai sehingga saat pemberangkatan visa belum siap.

“Istilahnya mungkin pertama dinyatakan hangus oleh mas kapai karena waktu mau berangkat visanya belum siap, ” terangnya.

Kiai Muhyiddin juga menegaskan tidak ada jamaah yang terlantar di Bandara.

Jamaah yang tertunda pemberangkatannya dijamin oleh pihak travel dengan bermalam di hotel di Jakarta.

“Bahwa itu terlantar tidak benar travel kita bertanggungjawab justru bermalam di hotel, dijamin semua makan dan minumnya gak ada yang terlantar.

Namun, LBH Mitra Santri sesalkan jamaah umrah PCNU Situbondo terlantar di Jakarta. Kabar itu didapatkan, setelah mereka mendapat informasi dari jamaah umrah yang ada di Jakarta.

“Sangat menyesalkan dengar kejadian ini, ini tidak profesional seharusnya tidak terjadi. Kan kasihan, mas’ ujar Abd. Rahman Saleh Dewan Pembina LBH Mitra Santri kepada Pojok Kiri. Rabu, (15/1/2025)

Tak hanya itu saja, ia meminta kepada PCNU Situbondo, waspada dan hati-hati milih travel pemberangkatan umrah agar tidak mengecewakan tamu Allah yang menjalankan ibadah suci di tanah suci Mekkah-Madina.

“Waspada dan hati-hati kasihan kepada para calon jamaah, saya tidak mengerti apa alasannya sehingga banyak jamaah umrah yang masih belum diberangkatkan, dan informasi masih ada di sebuah hotel di Jakarta, ” ucapnya.

Selain itu, salah satu rombongan jamaah umrah PCNU Situbondo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Bahkan, ia heran yang berangkat hanya pengurus sedangkan jamaah sebagian belum diberangkatkan.

“Pengurusnya berangkat da mas, kok bisa jamaah ditinggal, ” ucap sumber yang tak mau disebut namanya dalam pemberitaan.

Para jamaah itu berangkat pada hari Kamis, (9/1/2025) malam dari Kantor PCNU Situbondo dengan travel PT Mahabbah Fairuzal Wisata. Sebanyak 42 orang jamaah umrah yang tertunda pemberangkatannya dikabarkan berada di Jakarta selama 6 hari. (Bersambung/Inul)