Pojokkiri.com

Warga Minta Tower di Sumberkolak Dibongkar

Foto: Tower di Desa Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur

Situbondo,pojokkiri.com
Sejumlah warga di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, meminta tower yang diduga Base Transceiver Station (BTS) setinggi puluhan meter dibangun di atas tanah milik warga yang berada di RT 01 RW 01 Desa Sumberkolak, dibongkar.

” Mulai pertama saya tidak setuju, kalau angin goyang dan saya sering batuk, pusing juga susah tidur. Ya harus dibongkar tower dan saya tidak mengerti tower itu untuk apa, “kata  Marwani , Senin, (29/12/2025)

Marisa, warga lainnya membenarkan adanya permasalahan ini. Ia, mendukung adanya pembongkaran tower tersebut.

” Sesuai dari awal dengan berdirinya tower dulu sudah tidak setuju, jadi jangan dilanjutkan lagi intinya kalau bisa dibongkar ya dibongkar, “terangnya.

Tak hanya itu, dia mengaku kepalanya sering pusing dan tubuhnya lemas setelah berdirinya tower yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

” Mungkin ya kan saya tidak tahu medis atau gimana mas ya, cuma kalau waktu pas adanya tower itu efek sampingnya entah kenapa setiap saya pulang ke rumah fisik saya jadi lemas, sering pusing dan kalau malam susah tidur meski dalam posisi kecapean, jadi kayaknya tidak fit gitu, ” ucapnya.

Sementara, Tolak warga yang rumahnya juga berdekatan dengan tower ini, mendukung adanya pembongkaran tersebut. Pria yang memiliki tiga anak ini, mengaku sudah sejak awal tidak setuju dengan berdirinya tower di desanya khawatir dengan imbas radiasi.

” Untuk pertama kali sebelum ada perencanaan tower itu saya sudah tidak setuju. Cuma sama orang yang punya lahan ini saya dipaksa, karena warga di samping rumah itu sudah tanda tangan. Jadi, saya sendiri pas musim hujan saya lihat ke luar pas ada petir, wah tidak karuan saya juga ketakutan. Saya punya anak tiga khawatir radiasinya itu, terus yang kedua istri saya mengeluh pusing terus setiap hari mulai ada tower ini, saya ingin dibongkar, ” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pojokkiri. com, tower di Sumberkolak ini sudah berdiri sejak tahun 2015. Pihak tower dan pemilik lahan belum memberikan pernyataan resmi terkait adanya sorotan dari warga terdampak tower tersebut.

Hingga saat ini belum diketahui pemilik resmi tower yang saat ini keberadaannya disoal oleh warga. Permasalahan tower ini belum diadukan secara resmi ke pihak desa dan pihak terkait lainnya. Mereka khawatir keluhannya tidak didengarkan dan diindahkan. (Inul)