
Situbondo, Pojok Kiri
H. Abdurrahman Wakil Ketua DPRD Situbondo Fraksi PPP, menyampaikan jika kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang dilakukan oleh Zeiniye anggota DPRD Provinsi Jatim sesuai peraturan dan perundang-undangan. Rabu, (25/5/2024)
” Atas tuduhan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan anggota DPRD Jatim atas nama Zeiniye, saya sampaikan penjelasan atas pelaksanaan program yang dimaksud. Selain sebagai pengurus DPC PPP Situbondo, saya juga sebagai wakil ketua DPRD Situbondo dari unsur F-PPP yang senantiasa membersamai dalam perencanaan dan pelaksanaannya, giat itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan, “katanya kepada Pojok Kiri.
Bahkan, ia blak-blakan mengaku jika kegiatan tersebut tidak fiktif juklak dan juknisnya setiap kegiatannya sudah ada SPJ nya.
” Saya mendiskusikan bahan-bahan kajian tentang apa -apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Situbondo, oleh pemerintah dari berbagai dimensi persoalan dan sesekali saya terlibat langsung sebagai narasumber. Saya tahu kalau giat yang dimaksud sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya, karena ada dokumen resmi yang sudah disiapkan seperti absensi, daftar hadir, foto kegiatan dan selain itu juga hadir mendampingi langsung beberapa orang staf DPRD Provinsi Jatim. SPJ sudah dilaporkan kepada pihak yang menerima dan memeriksa laporan tersebut yaitu pihak Setwan DPRD Provinsi Jatim dah juga pihak APIP yaitu inspektorat Pemprov Jatim,”terangnya.
Tak hanya itu saja, menurut H. Abdurrahman dalam kegiatan tersebut tidak ada kerugian negara yang ada adalah manfaat bagi masyarakat.
” Saya juga berpendapat tidak ada giat fiktif apalagi kerugian negara yang diakibatkan dari dilaksanakannya program, usulan dan dilaksanakan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut. Malahan, sudah pasti maslahat dan manfaatnya untuk masyarakat utamanya dalam bidang motivasi dan pemberdayaan, “jelasnya.
Sementara itu Sekjen DPC PPP Situbondo, Arifin membenarkan jika kegiatan wawasan kebangsaan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur oleh Zeiniye sekaligus Ketua DPC PPP Situbondo di Kota Santri benar adanya.
” Saya juga ikut terlibat dan saya hadir di acara itu, kalau misalnya ada yang mengatakan itu adalah fiktif, dikorupsi itu tidak benar, “pungkasnya. (Inul)

