
Surabaya Pojokkiri.com – Peredaran narkoba di Jawa Timur memasuki fase yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan laporan refleksi akhir tahun 2024, para bandar narkoba kini menyasar anak-anak sebagai target utama dengan modus yang mengejutkan: memberikan narkoba secara gratis hingga korban kecanduan, lalu menjadikan mereka kurir.
“Kami mendapati anak-anak ini awalnya diberi narkoba secara cuma-cuma hingga kecanduan. Setelah itu, mereka dipaksa mengantar barang kepada pembeli. Bahkan ada yang mulai terjerat di usia 9 tahun. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur BNNP Jatim Mohamad Aris Purnomo.
Aris menjelaskan modus ini terungkap dari penanganan 138 kasus anak yang terlibat narkoba di Jawa Timur sepanjang tahun 2024. Anak-anak yang telah kecanduan biasanya diminta menjadi kurir dengan imbalan kecil untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap zat terlarang tersebut.
Peningkatan Penangkapan dan Upaya Penanggulangan
Sepanjang 2024, penangkapan terkait peredaran narkoba di Jawa Timur melampaui target. Namun, penanggulangan masalah ini tidak hanya melalui penegakan hukum. Berbagai program edukasi telah digalakkan, termasuk memasukkan materi anti-narkoba ke dalam kurikulum sekolah dan ekstrakurikuler.
“Kami sudah bekerja sama dengan Pramuka Jawa Timur untuk membentuk Saka Anti-Narkoba, sebuah gerakan yang melibatkan generasi muda dalam melawan peredaran narkoba,” tambah Aris, pada Selasa (24/12).
Selain itu, ungkap Aris kerja sama dengan BKKBN terus diperkuat untuk mendukung program edukasi keluarga. Langkah ini dianggap penting agar semua pihak, mulai dari orang tua hingga lingkungan sosial, bisa bersama-sama mencegah anak-anak terjerumus dalam jerat narkoba.
Harapan di Tahun 2025
Memasuki 2025, pemerintah dan instansi terkait berkomitmen untuk meningkatkan program penanggulangan narkoba. “Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari ancaman narkoba. Ini bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kita semua,” tegas Aris.
Modus keji ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam keceriaan kini terancam masa depan mereka akibat ulah para bandar narkoba. Upaya kolektif dari berbagai pihak menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan ini (Sam).

