Pojokkiri.com

Kecelakaan Maut di Pelintasan KAI Tambak Mayor: Korban Anggota TNI dan Warga Sipil 

Kecelakaan Maut di Pelintasan KAI Tambak Mayor: Korban Anggota TNI dan Warga Sipil

Surabaya Pojokkiri.comSurabaya diguncang tragedi memilukan pada Jumat (27/12/2024) sore. Dua nyawa melayang setelah tertabrak Kereta Commuterline Arjonegoro di perlintasan rel Tambak Mayor, Jalan Dupak Rukun. Salah satu korban diketahui adalah anggota TNI berinisial AA, sedangkan korban lainnya, AW, adalah warga Tambak Pring Barat.

Kejadian Nahas di Tengah Kemacetan
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.45 WIB saat kondisi jalan raya tengah padat merayap. Menurut penuturan Putra Tri Cahyono dan Erik Sih Mardiyanto, penjaga palang pintu, kemacetan membuat palang tidak dapat menutup sempurna karena terhalang oleh sebuah mobil boks.

Di saat yang sama, kendaraan roda tiga jenis Tossa yang dikendarai AW, motor Yamaha Mio milik AA, dan motor Honda Supra milik Mujiman berada di area pelintasan. Ketika mobil boks akhirnya berhasil melewati perlintasan dan palang pintu hendak tertutup, kendaraan Tossa serta dua sepeda motor justru menerobos.

Korban Terseret hingga Kilometer
Dampak tabrakan begitu dahsyat. Kendaraan Tossa milik AW terpental hingga 50 meter, sementara tubuh AW terseret 200 meter dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Yamaha Mio yang dikendarai AA bahkan terseret hampir 1 kilometer, sedangkan tubuhnya terpental sejauh 50 meter dan meninggal di lokasi.

Berbeda nasib, Mujiman, pengendara Honda Supra, hanya terpental ke pinggir rel dan berhasil selamat. Ia segera dievakuasi ke Puskesmas Asemrowo untuk mendapatkan perawatan.

Evakuasi Jenazah dan Penanganan Polisi
Jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo menggunakan dua ambulans sekitar pukul 16.13 WIB. Kasus ini kini ditangani unit laka lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

KAI: Palang Pintu Berfungsi Normal, Tapi Pengendara Memaksa
Luqman Arif, Humas KAI Daop 8, menegaskan bahwa palang pintu berfungsi dengan baik. “Bukan terlambat menutup, lalu lintas memang macet, tetapi pengendara tetap memaksa melintas meski sirine telah berbunyi,” ujarnya.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih disiplin dan patuh terhadap rambu-rambu keselamatan di perlintasan kereta api. Jangan sampai nyawa menjadi taruhan hanya karena tergesa-gesa (Sam).

 

Berita Terkait

Tragis! Pria Lansia di Surabaya Tewas Setelah Terjatuh dan Tergilas Truk Trailer

Tragis! Pengendara Motor Tewas Usai Terpental 20 Meter

Ford Fiesta Tabrak Motor Sampah, 1 Tewas dan 5 Luka Berat