
Rokok Andalan yang di bandrol. Rp 8000 perpak. Rokok ini jadi primadona baru para perokok di Lamongan.(Zainul Lutfi)
Lamongan, Pojok Kiri.com- Tatkala harga rokok merek nasional yang terus mengalami kenaikan. Semakin banyak pecinta rokok jadi galau memikirkan kenaikan harga rokok tersebut. Imbasnya, pecinta rokok yang galau “bermigrasi” ke rokok yang lebih ramah untuk kantong mereka.
Seperti penuturan Budi Waluyo (60) ahli hisap yang tinggal di Perumahan Graha Indah Lamongan. Budi penyuka Rokok Surya 12 itu memutuskan beralih dari rokok produksi PT Gudang Garam Kediri ke rokok sesuai isi kantongnya.
” Saya belasan tahun jadi pelanggan setia Rokok Surya 12. Mulai dari harga Rp 8 ribu,
kini menjadi Rp 24 ribu per bungkus, awalnya Rp 22 ribu per bungkus. Saya realistis saja, cari harga rokok sesuai kantong saya, ” ujar Budi, Selasa (21/2/2023).
Berbeda dengan Budi, Arif (29) konsumen rokok lainya dengan tegas mengatakan tak akan berhenti maupun beralih dari jenis rokok saat ini. Hanya saja, ia memutuskan untuk berusaha lebih mengurangi intensitas merokoknya.
” Ya enggak mungkin beralih, karena merokok kan selera, sesuai dengan pilihannya.Tapi semoga dengan kenaikan harga pokok bisa mengurangi intensitss merokok dari yang sehari satu bungkus hanya jadi setengah bungkus untuk irit-irit, ” kata dia.
Sementara itu paska kenaikan Tarif Cukai per 1 Januari 2023 lalu, semua harga rokok mengalami kenaikan di semua kelas. Dan besaran kenaikan itu antara 10 hingga 15 persen.
Akibatnya, rokok premium diatas harga Rp 20 ribu di tinggalkan konsumen. Dan mereka lebih memilih ke merek rokok dibawah harga Rp 20 ribu dan Rp10 ribu.(Zainul Lutfi)

