
Situbondo,pojokkiri.com
LBH Mitra Santri bakal membawa oknum anggota DPRD Situbondo ke Badan Kehormatan Dewan (BK) kasus dugaan perselingkuhan.
“Isu santer perselingkuhan yang kian santer merebak di kalangan anggota DPRD Situbondo sudah tidak terbendung lagi mulai mengemuka jadi isu publik. Kami saat ini dalam proses untuk melaporkan ke BK DPRD Situbondo, ” ujar Direktur LBH Mitra Santri, Asrawi kepada pojokkiri.com, Jumat (18/4/2026).
Skandal yang menyeret oknum anggota dewan komisi III ini, kata dia harus diluruskan agar marwah DPRD tetap terjaga.
” Hal ini harus diluruskan agar marwah DPRD Situbondo sebagai wakil rakyat tetap terjaga. Kami menilai oknum tersebut dari partai kultur yang menjadi rujukan masyarakt Situbondo, janagan sampai marwah DPRD ternoda akibat prilaku anggotanya, ” jelasnya.
Ia, mengaku oknum anggota dewan yang akan dilaporkan ke MK adalah JO.
“Ya JO, dugaan perselingkuhan ini dilakukan terhadap istri EI, oknum anggota dewan di fraksi yang sama yang berlatar belakang kultur, ” tegasnya.
Asrawi, sapaan akrabnya juga memyampaikan kasus dugaan perselingkuhan di tubuh anggota dewan ini harus menjadi tanggung jawab partai.
” Partai harus bertangggug jawab terhadap anggotanya. Seharusnya partai penyusunan anggota DPRD Situbondo menjadi garda terdepan dalam memfram anggotanya terhadap perilakuya. Tak cupkup di sana harus menarik anggota yang berprilaku amoral dari keanggotaan dewan di DPRD, masih banyak anggota partai orang baik perilakunya, baik sosial, moral dan etik, ” katanya.
Selain itu, Asrawi bersama jajaran LBH Mitra Santri berharap dalam tubuh DPRD Situbondo kuat, tidak keropos, tidak memalukan, tidak ada cacat moral cacat sosial bagi anggotanya.
” Isu ini jangan dibiarkan,
karena bagaimanapun ada korelasi isu dan fakta dan ini udah kita miliki. Mari sama sama membangun sebuah bangunan Situbondo, dengan kokoh salah satunya di dalam tubuh DPRR Situbondo harus kuat dan tidak ada cacat moral dan cacat sosial bagi anggotanya. Situbondo akan keropos mana kala situbondo di bumbui prilaku asosial yang mencederai situbondo naik kelas, ” ucapnya.
Sementara itu, Arifin Wakil Ketua Komisi III DPRD Situbondo, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu permasalahan tersebut. (Inul)

