Pojokkiri.com

Usai Tenggak Moke, Geng Motor Kepruk Pedagang Martabak hingga Tersungkur di Aspal, 5 Pelaku Diciduk

Foto: Ilustrasi Lima Pemuda Dibekuk Usai Keroyok Korban di Mulyosari Surabaya

Surabaya Pojokkiri.com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di kawasan Mulyosari Surabaya. Dalam perkara itu, lima orang pemuda diamankan setelah diduga melakukan pengeroyokan terhadap sejumlah korban warga dan pedagang martabak.

Perlu diketahui peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian aparat karena aksi kekerasan dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan berbagai benda berbahaya, mulai dari batu paving, balok kayu hingga knalpot sepeda motor.

Kasus ini berawal dari aktivitas konvoi sejumlah pemuda yang sebelumnya diketahui mengonsumsi minuman beralkohol jenis moke sebelum akhirnya terlibat dalam aksi penyerangan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menjelaskan, para pelaku awalnya berkumpul di kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Sekitar satu jam kemudian mereka berpindah ke kawasan Kenjeran Park. Di lokasi tersebut, para pelaku mengumpulkan uang secara patungan untuk membeli minuman keras tradisional jenis moke yang kemudian dikonsumsi bersama,” tutur AKP Hadi, pada Kamis (11/6).

Setelah mengonsumsi minuman beralkohol, ungkap AKP Hadi kelompok tersebut lalu melakukan konvoi menggunakan beberapa sepeda motor sambil menggeber knalpot brong yang menimbulkan kebisingan di jalan raya.

“Konvoi dilakukan menggunakan empat unit Motor. Dalam perjalanan, salah satu knalpot sepeda motor milik salah satu pelaku diketahui terlepas dan kemudian dibawa oleh rekannya,” katanya.

Rombongan pelaku kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di kawasan Jalan Mulyosari 240 Surabaya.

Setibanya di lokasi, mereka kembali menggeber knalpot motor dengan suara keras hingga menarik perhatian sekelompok warga yang berada di dalam sebuah mess.

AKP Hadi mengatakan dari hasil penyelidikan salah satu korban sempat dipanggil dengan isyarat lambaian tangan oleh kelompok pelaku. Saat korban mendekat, situasi berubah menjadi aksi kekerasan yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya.

“Para pelaku disebut telah mengambil batu paving yang berada di sekitar lokasi dan menggunakannya sebagai alat untuk menyerang korban,” jelasnya.

Korban mengalami pemukulan menggunakan, lemparan batu paving, hantaman balok kayu, hingga pukulan menggunakan knalpot sepeda motor yang sebelumnya dibawa oleh salah satu rekan pelaku.

Dalam insiden tersebut, salah seorang korban terjatuh ke jalan. Namun aksi kekerasan tidak berhenti. Korban yang sudah tidak berdaya bahkan diduga sempat diinjak oleh beberapa pelaku saat berada di atas aspal.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik berhasil mengamankan lima tersangka diketahui berinisial EH (26), YBN (26), AMT (22), BTW (27), dan IB (21).

Dari tempat kejadian perkara, petugas mengamankan antara lain pakaian korban yang terdapat bercak darah, sebuah gunting, pecahan batu paving berwarna hijau lumut, knalpot berwarna silver yang digunakan saat penyerangan, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian.

AKP Hadi menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kekerasan jalanan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Reporter Samsul Arif.

Berita Terkait

Ria Busana Resmi Hadir di Kaza Mall Surabaya, Perkuat Ekosistem Bisnis dan Gaya Hidup Dinamis

2.967 Personel Polda Jatim Naik Pangkat

Modus Baru Bandit Curanmor Gunakan Magnet Terbongkar Simak Ulasannya