Pojokkiri.com

Begini Cerita Diana Yang Senang Berburu Takjil Saat  Puasa Ramadhan 

Foto : Diana saat membeli lumpia di sepanjang jalan Balongpanggang. (Dyo)
Gresik, pojokkiri.com

Bagi Diana (46), Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Di balik ibadah wajib tersebut, ibu tiga anak asal Desa mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik ini memiliki sebuah ritual sore yang tak boleh terlewatkan yakni berburu takjil.

Dengan berbalut kerudung dan mengendarai sepeda motor Diana, menyusuri jalanan raya mencari takjil menjelang berbuka bukan sekadar mencari pengganjal perut, melainkan sebuah perjalanan emosional yang membawa kembali kenangan manis masa kecilnya.

​Setiap sore, Diana mengajak buah hatinya menyusuri jalanan Balongpanggang yang mulai ramai oleh pedagang musiman yang menjajakan lumpia, kolak, kurma, es buah, hingga aneka kue basah menjadi hiburan tersendiri.

​”Alhamdulillah, rasanya senang dan seru sekali, berburu takjil ini seperti mesin waktu yang membawa saya mengingat masa kecil dulu saat bersama teman atau orang tua,” ujar Diana sambil tersenyum lebar, Minggu (8/3/2026) sore.

​Menurutnya, keseruhan sore hari menjelang Maghrib memiliki energi positif yang sulit dijelaskan. “Pokoknya Mas, semakin sore suasana semakin seru, apalagi saat mendekati waktu berbuka,” katanya.

​Tak hanya soal makanan, momen berburu takjil juga dimanfaatkan Diana untuk memberikan edukasi kepada anak-anaknya tentang makna kesabaran. Ia ingin anak-anaknya memahami bahwa di balik rasa lapar, ada kekuatan spiritual yang sedang dibangun.

​”Puasa itu seru, kita ajarkan anak untuk belajar menahan diri sejak pagi. Saya katakan ke mereka bahwa puasa itu seperti latihan supaya jadi anak yang kuat dan sabar, terlebih lagi Soleh dan Sholeha. ungkap Diana dengan bijak.

​Meski rasa lapar sesekali melanda, semangat Diana tidak pernah luntur, keyakinan akan pahala dan keberkahan dari Sang Pencipta menjadi bahan bakar utamanya dalam menjalani hari-hari di bulan suci.

​”Aku jadi semangat, apalagi kalau sore-sore mencari takjil seperti ini, rasanya gembira sekali,” tuturnya dengan di bumbui senyum kasnya.

Lanjut Diana, Ramadhan tahun ini terasa begitu spesial menjalani puasa bersama keluarga kecilnya di Balongpanggang memberikan kebahagiaan batin yang tak ternilai harganya. Bagaikan sebuah rasa syukur yang dibalut dalam manisnya segelas es buah dan hangatnya kebersamaan keluarga. Tambahnya. (Dyo)