
Surabaya, Pojok Kiri – Inovasi terbaru Ditlantas Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Tim Pembina Samsat Provinsi Jatim meluncurkan Motor Samsat Dulur di Kantor Samsat Surabaya Utara, Selasa (4/6/2024).
Diketahui, lewat Motor Samsat Dulur, warga Surabaya kini tak perlu bayar pajak di Samsat.
1. Menyasar pemukiman padat penduduk.
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, Motor Samsat Dulur bakal berkeliling menyasar pemukiman padat penduduk di Kota Surabaya.
Program tersebut untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kota Surabaya agar lebih mudah membayar pajak.
“Inovasi ini begitu luar biasa dan kreatif. Inovasi tidak perlu muluk-muluk, membuat sesuatu yang dulu belum ada sekarang menjadi ada. Sederhana saja, Samsat Dulur adalah salah satunya,” kata Erik yang juga merupakan Tim Pembina Samsat Jatim.
Petugas akan langsung datang ke kelurahan bekerja sama dengan Babinsa, Babinkamtibmas untuk jemput bola pembayaran pajak. Mereka akan keliling ke pemukiman padat penduduk menggunakan dua sepeda motor.
2. Diharapkan dapat membantu meningkatkan PAD.
Kehadiran motor keliling jemput bola dapat menjangkau daerah lain seperti industri dan daerah yang terpantau minim pembayaran pajak. Berbeda dengan Mobil Samsat Keliling yang tidak bisa masuk area padat penduduk.
“Roda dua dinilai lebih efektif,” sebutnya.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan tingkat masyarakat membayar pajak akan meningkat. Sehingga dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nanti akan diukur oleh teman-teman Bapenda, sejauh mana pencapaian targetnya, jika ini dirasakan efektif ada kenaikan tentu saja nanti akan ditularkan ke seluruh Wilayah Samsat di Jatim,” sambungnya.
3. Pajak kendaraan bermotor di Jatim capai 46 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Kresna Bimasakti menyebutkan, capaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jatim cukup positif. Tahun ini mencapai 46 persen dari target sekitar Rp7 triliun.
“Angka tunggakan di Jatim keseluruhan tidak pernah mencapai 10 persen, khusus untuk Surabaya Utara ini sudah kita cek datanya tunggakan hanya 7 persen. Semoga ke depannya, dengan adanya Samsat Dulur bisa menjadi 6 persen, 5 persen, 4 persen dan kalau bisa nol persen,” tuntasnya.
Motor Samsat Dulur Surabaya Utara menargetkan kelurahan padat penduduk yang memiliki tunggakan pajak cukup tinggi. Salah satu wilayah dengan tunggakan pajak paling tinggi adalah di Surabaya Utara.
“Kita akan beroperasi di sana, intinya memudahkan pelayanan kepada wajib pajak, dengan kemudahan tersebut, diharapkan tunggakan pajak lebih mengecil,” kata Kresna.

